Kemendikbud Targetkan Kirim 3.500 Guru ke Pelosok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Assmaah Helal mengajarkan teori bermain bola kepada siswi SMP saat Soccer Clinic Indonesia di Makassar, 25 Mei 2015. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan permainan sepak bola kepada gadis remaja serta meningkatkan minat mereka untuk ikut serta dalam olahraga ini. TEMPO/Iqbal Lubis

    Assmaah Helal mengajarkan teori bermain bola kepada siswi SMP saat Soccer Clinic Indonesia di Makassar, 25 Mei 2015. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan permainan sepak bola kepada gadis remaja serta meningkatkan minat mereka untuk ikut serta dalam olahraga ini. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO , Jakarta:Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Sumarna Surapranata menargetkan akan menambah jumlah Guru Garis Depan (GGD) yang dikirim ke pelosok nusantara tahun ini. GGD adalah program Kemendikbud untuk memenuhi kebutuhan guru di daerah-daerah yang kekurangan tenaga pendidik.

    "Tahun ini targetnya 3.500 guru," kata Sumarna saat dihubungi, Minggu, 21 Juni 2015.

    Program GGD, kata Sumarna, mirip dengan program Indonesia Mengajar maupun Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T) yang telah berjalan sebelumnya. Hanya saja, kedua program itu sifatnya sementara karena guru yang dikirim hanya mengajar satu tahun di daerah penempatan. "Kalau Guru Garis Depan ini permanen, mereka akan jadi pegawai negeri di daerah," ucap Sumarna.

    Menurut Sumarna, GGD adalah guru berkualitas yang telah disaring dengan ketat. Mereka harus melalui tahapan seleksi yang terdiri dari tes kemampuan dasar dan tes kemampuan bidang. Setiap GGD diwajibkan telah menyandang gelar sarjana dan telah mengenyam Pendidikan Profesi Guru. Selain itu, masing-masing setidaknya punya pengalaman mengajar selama 1-2 tahun di daerah pelosok.

    Menjadi guru di daerah terpencil tentu butuh tantangan besar. Karenanya, ucap Sumarna, GGD diberi kompensasi yang besar. Selain gaji pokok, GGD juga menerima tunjangan profesi, tunjangan khusus, dan tunjangan daerah. "Kami juga sedang mengusahakan ada perumahan untuk para guru."

    Sebelumnya, Kemendikbud telah mengirimkan gelombang pertama GGD yang berjumlah 798 guru. Mereka dikirim ke 28 kabupaten di 4 provinsi yakni Aceh, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Tahun ini, daerah tujuan ditargetkan meningkat jadi 8 provinsi.

    Indonesia saat ini tercatat memiliki 3 juta guru. Walau begitu, guru-guru tersebut belum tersebar merata. Papua Barat misalnya melaporkan kekurangan guru sebanyak 2.629 orang. Begitu pula Papua yang masih perlu guru sebanyak 5.151 orang.

    MOYANG KASIH DEWIMERDEKA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.