Polisi Cari 2 Bukti Jerat Tersangka Baru Kasus Angeline

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Infografis Pembunuhan Angeline. (ILUSTRASI: TEMPO/IMAM YUNNI)

    Infografis Pembunuhan Angeline. (ILUSTRASI: TEMPO/IMAM YUNNI)

    TEMPO.CO, Denpasar - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Bali Komisaris Besar Heri Wianto mengatakan instansinya belum menetapkan tersangka baru dalam kasus kematian Angeline. Penyebabnya, penyidik belum menemukan dua bukti yang bakal menjerat tersangka lain.

    "Belum ada tersangka baru, kami mesih terus selidiki perkembangannya," kata Heri saat dihubungi, Sabtu, 20 Juni 2015.

    Polisi sudah menetapkan Agustinus Tai, pembantu yang bekerja di rumah Margriet, sebagai tersangka pembunuh Angeline. Sedangkan Margriet Christina Megawe ditetapkan sebagai tersangka penelantaran anak.

    Heri menjelaskan, minimnya jumlah saksi membuat penyidik kesulitan mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang menyebabkan bocah berusia delapan tahun itu tewas. Menurut dia, belum ada saksi yang menyaksikan secara langsung aksi kekerasan yang dilakukan oleh Margriet Christina Megawe. Margriet yang tak bersosialisasi dengan tetangga juga membuat dugaan kekerasan tidak mutlak terbukti.

    Selain itu, Heri menuturkan, jumlah barang bukti yang didapat pun sedikit. Itu artinya, ia berujar penyidik harus bekerja keras merangkai temuan-temuan dari tempat kejadian perkara di Jalan Sedap Malam, Sanur, Bali dan tempat lainnya.

    Heri berujar tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Markas Besar Polri juga masih mengumpulkan bukti-bukti di rumah Margriet. Tim sudah menemukan barang bukti baru berupa bercak darah baru dan sidik jari laten di kamar Margriet.

    Sidik jari laten adalah sidik jari yang tak kasat mata dan memerlukan teknik khusus untuk membuatnya tampak lebih jelas. Namun Inafis belum mengumumkan pemilik sidik jari tersebut.

    Menurut Heri, tim Inafis masih akan mengumpulkan bukti di rumah Margriet hingga pekan depan. "Kami masih terus mengumpulkan bukti," ujar Heri.

    LINDA HAIRANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.