Ungkap Pembunuh Angeline, Polisi Gunakan 'Mambis'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kedua anak kandung Margriet, Yvonne Caroline Megawe (kiri) dan Christina Telly Megawe (kanan) usai menemui ibunya yang sedang diperiksa di Markas Polda Bali, Denpasar, Bali, 17 Juni 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    Kedua anak kandung Margriet, Yvonne Caroline Megawe (kiri) dan Christina Telly Megawe (kanan) usai menemui ibunya yang sedang diperiksa di Markas Polda Bali, Denpasar, Bali, 17 Juni 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, DENPASAR -- Tim Inafis atau Sistem Identifikasi Sidik Jari Indonesia Markas Besar Polri mengerahkan kecanggihan teknologi "mambis" atau sistem identifikasi multibiometrik otomatis untuk mengungkap kasus pembunuhan Engeline.

    "Itu untuk membuka identitas, salah satunya mengungkap sidik jari," kata Kepala Kepala Pusat Inafis Mabes Polri Brigadir Jenderal Bekti Suhartono ditemui di Mapolda Bali di Denpasar, Jumat, 19 Juni 2015. Baca: EKSKLUSIF PENGAKUAN AGUS: Margriet yang Bunuh Angeline)

    Menurut Bekti, tim saat ini tengah melakukan olah di tempat kejadian perkara di kediaman Margriet di Jalan Sedap Malam Denpasar guna mengumpulkan bukti-bukti tambahan dalam mengungkap tewasnya bocah malang itu. "Pokoknya semua kami perbantukan untuk mengungkap lebih cepat," ucapnya.

    Mambis merupakan peralatan yang digunakan untuk mengetahui identitas seseorang dengan cepat hanya dengan menempelkan jari kemudian akan muncul data identitas sesuai dengan yang tercantum dalam KTP elektronik. (Baca: Pengakuan Agus Terbaru: Angeline Sekarat di Lantai Kamar M)

    Untuk beberapa kalinya, tim dari Inafis Polda Bali dibantu Mabes Polri kembali melakukan olah kejadian perkara di lokasi itu salah satunya juga didukung dengan peralatan pemindai atau "scanner" untuk memindai adanya bukti atau temuan di TKP. Alat tersebut juga digunakan untuk memetakan lokasi kejadian.

    Selain mengerahkan peralatan tersebut, Mabes Polri juga memberikan bantuan peralatan berupa "lie detector" atau alat pendeteksi kebohongan yang diberikan kepada dua tersangka kasus pembunuhan dan penelantaraan anak. (Baca juga: Pasangan Ini Lihat Rambut Angeline Dijambak dan Diseret)

    Alat itu digunakan untuk mengetes keterangan yang diberikan oleh Agus, tersangka yang diduga melakukan pembunuhan terhadap Engeline dan Margriet yang diduga melakukan penelantaran anak.Polisi saat ini tengah memperdalam semua bukti-bukti baik berupa barang dan keterangan dari saksi, saksi ahli, surat dan dokumen serta petunjuk lain untuk mengungkap kasus kematian Angeline, bocah kelas 2-B di SDN 12 Kesiman, Sanur, Denpasar itu.

    ANTARANEWS.COM

    Berita Menarik
    Sekolah Ajaib: Penyelamat Bangsa dari Kelaparan (1)
    Sekolah Ajaib: Makan Siang pun Gratis bagi Siswa (2)
    Di Cina, Umat Muslim Dilarang Berpuasa  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.