Bahas Suap, Menlu Retno Bertemu Dubes Australia Sore Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan imigran gelap asal Myanmar dievakuasi ke Kupang menggunakan kapal fery Ille Mandiri. TEMPO/Yohanes Seo

    Puluhan imigran gelap asal Myanmar dievakuasi ke Kupang menggunakan kapal fery Ille Mandiri. TEMPO/Yohanes Seo

    TEMPO.COJakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan akan bertemu dengan Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson guna membahas dugaan suap dalam kasus penyelundupan manusia. "Sore nanti rencananya akan bertemu," ucap Retno di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 19 Juni 2015. 

    Saat bertemu dengan Grigson pekan lalu dalam acara Foreign Policy Community Indonesia, Retno mengaku sudah menanyakannya. Saat itu Grigson berjanji segera memberikan jawaban. "Pertanyaan saya sudah diinfokan ke Canberra. Dia mengaku menunggu arahan langsung dari sana," ujar Retno.

    Sebanyak 65 imigran asal Sri Lanka, Myanmar, dan Bangladesh diusir tentara Australia kembali ke perairan Indonesia. Tentara Australia membayar AUS$ 5.000 atau sekitar Rp 51,6 juta kepada anak buah kapal agar mau mengantar kembali imigran ke Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.

    Uang itu bersama dua unit kapal yang digunakan oleh imigran saat kembali ke perairan Indonesia telah disita aparat Kepolisian Resor Rote Ndao. Ke-65 imigran saat ini diamankan sementara di sebuah hotel di Kota Kupang, NTT, karena rumah detensi imigrasi kelebihan penghuni.

    FAIZ NASHRILLAH

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.