Cicilan Rp 500 Ribu, Apartemen Mulai Dibangun di Bandung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ridwan Kamil, Walikota Bandung. TEMPO/Prima Mulia

    Ridwan Kamil, Walikota Bandung. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan pembangunan apartemen rakyat Rancacili akan dimulai besok. Pembangunan apartemen tersebut merupakan pembangunan pertama dari 15 apartemen rakyat yang direncanakan Pemerintah Kota Bandung.

    "Kemungkinan Sabtu pagi kami groundbreaking. Apartemen ini murah, cicilannya cuma Rp 500 ribu," kata Emil, sapaan akrab Ridwan, saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Bandung, Jumat, 19 Juni 2015.

    Apartemen dibagi menjadi tiga kelas, yakni A, B, dan C. Ketiga kelas didasarkan pada luas kamarnya. Apartemen rakyat Rancacili yang direncanakan Pemerintah Kota Bandung dikhususkan bagi kalangan menengah ke bawah.

    Untuk memperoleh apartemen ini, warga Bandung mesti menjalani seleksi. Tujuannya, memastikan kondisi ekonomi dan riwayat hidup warga yang hendak menjadi penghuni. Pemerintah Bandung menunjuk Universitas Padjadjaran untuk menyiapkan tim seleksi. "Kalau tidak ada seleksinya, kami takut dimafaatkan orang yang tidak bertanggung jawab. Mengaku miskin, lalu membeli apartemen itu," kata Emil.

    Rencana pembangunan apartemen rakyat ini berkaitan dengan kebutuhan permukiman di Bandung, terutama untuk warga tingkat ekonomi bawah. Emil menilai bentuk apartemen yang vertikal cocok untuk menyiasati keterbatasan lahan serta kebutuhan hunian yang terus meningkat.

    Emil belum dapat memastikan anggaran yang dikeluarkan pemerintah Bandung untuk membangun apartemen rakyat Rancacili. Anggaran pembangunan, kata dia, berkisar antara Rp 100-300 miliar. Anggaran pembangunan apartemen itu di antaranya bersumber dari BPJS Ketenagakerjaan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, juga investor.

    PERSIANA GALIH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.