Saksi : Angeline Dijambak Rambutnya dan Dipukul Pakai Bambu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto bocah cantik, Angeline (8) dibawa oleh sejumlah aktivis perlindungan anak dari Forum Anak Daerah Denpasar saat melakukan doa bersama untuk arwah Angeline, di depan kamar jenazah Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, Bali, 12 Juni 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    Foto bocah cantik, Angeline (8) dibawa oleh sejumlah aktivis perlindungan anak dari Forum Anak Daerah Denpasar saat melakukan doa bersama untuk arwah Angeline, di depan kamar jenazah Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, Bali, 12 Juni 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Denpasar : Francky A Maringka, 46 tahun, dan Yuliet Christien, 41 tahun, geram melihat pemberitaan di sejumlah media massa yang tak kunjung menyeret Margriet Christina Megawe sebagai tersangka atas kasus pembunuhan Angeline.

    "Saya lihat di depan mata saya sendiri, Angeline dijambak rambutnya dan diseret," kata Yuliet kepada wartawan saat memberi kesaksian di Polda Bali, Kamis 18 Juni 2015.

    Pasangan suami-istri yang mengontrak di rumah Margriet sejak 16 Desember 2014 hingga 9 Maret 2015 itu sering melihat Margriet melakukan penganiayaan terhadap Angeline. Karena itu, dia meminta agar pihak kepolisian tidak hanya menjerat Margriet atas kasus penelantaran anak, tapi juga kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian.

    Pernah suatu kali, saat ayam Margriet hilang, Angeline disuruh mencari sampai ketemu. Saat ayamnya tidak ketemu, dia dipukuli menggunakan galah dari bambu berukuran selebar tiga jari. Angeline dipukul, mulai dari kaki sampai bagian kepala, hingga galah bambunya pecah.

    "Pernah saya memperingatkan Margriet. Tapi dia menjawab, 'Saya yang kasih makan, kasih hidup, dia harus kerja, kerja, kerja'," kata Francky menirukan Margriet.

    Melihat perlakuan Margriet terhadap Angeline seperti itu, Francky berniat melaporkannya ke polisi. Tapi dia takut bakal kehilangan mata pencahariannya. Karena dia selama lima bulan tinggal di situ bekerja untuk merawat ternak milik Margriet. "Waktu itu serba salah. Istri saya juga masih ada hubungan keluarga dengan Margriet," katanya.

    Adapun pengacara Margriet Christina Megawe, Hotma Sitompul, mengataka pihaknya sedang menyiapkan segala cara untuk menyelamatkan kliennya dari jeratan hukum. Ini terjadi setelah Agustinus Tae, tersangka pembunuh Angeline, mengungkapkan bahwa yang membunuh Angeline adalah Margriet.

    "Pertama bilang dia yang bunuh, lusa bilang orang lain yang bunuh, ini yang benar yang mana?" kata dia kepada wartawan saat mendampingi pemeriksaan kedua anak Margriet, Yvone dan Christina, dalam kasus penelantaran anak yang menjerat Margriet, di Polda Bali, Kamis 18 Juni 2015.

    Hotma juga berencana membawa kasus Margriet  yang dituduh menelantarkan anak ke praperadila. "Akan saya tanyakan, apakah kasus penelantaran anak sudah ada bukti dan saksinya?" ucapnya.

    Karena, menurutnya, saksi-saksi yang didatangkan oleh pihak kepolisian dalam kasus penelantaran anak baru dilakukan setelah Margriet ditetapkan sebagai tersangka.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.