Suami-Istri Itu Tewas Setelah Menolak Foto Selfie

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga beramai-ramai menyaksikan lokasi runtuhnya tebing di Pantai Sadranan, Tepus, Gunung Kidul, Yogyakarta, 18 Juni 2015. TEMPO/Pius Erlangga

    Warga beramai-ramai menyaksikan lokasi runtuhnya tebing di Pantai Sadranan, Tepus, Gunung Kidul, Yogyakarta, 18 Juni 2015. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO,Yogyakarta - Pasangan suami-istri, Deni Setiawan, 23 tahun, dan Tanti Rahmawati, 22 tahun, warga Desa Tempuran, Kecamatan Salaman, Magelang, menjadi korban tewas tebing roboh di Pantai Sadranan, Gunungkidul, Rabu lalu. Mereka menolak saat diajak berfoto selfie, sebelum peristiwa itu terjadi.

    Sepupu korban, Titis Yulia, 25 tahun, mengatakan korban sedang menunggu barang bawaan sambil berteduh di bawah tebing. Adapun yang lain mandi padusan di pantai. Deni dan istrinya berangkat bersama rombongan beranggotakan tujuh orang.

    Setelah puas bermain air, sekitar pukul 14.00, rombongan bergantian menjaga barang, sementara yang lain membersihkan diri. Saat Deny dan istrinya selesai mandi dan giliran menjaga barang sambil berteduh, kerabat lain mengajak mereka berfoto selfie dengan latar pantai. Namun mereka menolak.

    “Baru jalan beberapa langkah, brukkk, tebingnya ambrol, langsung air seperti pasang,” kata Titis saat ditemui Tempo, 18 Juni 2015, di Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari saat menunggu identifikasi sepupunya. “Sepupu kami yang mau foto selfie dua orang selamat, tapi satu kritis.”

    Jumlah total korban tebing longsor yang ada di RSUD Wonosari kemarin mencapai enam orang. Mereka adalah pengunjung yang melakukan padusan menyambut bulan puasa. Empat di antara mereka tewas, sedangkan dua lainnya mengalami luka-luka.

    Korban tewas lain dalam peristiwa longsornya tebing di Pantai Sadranan, Gunungkidul, adalah Riza Umami, 22 tahun, yang telah lulus kuliah dan menanti wisuda setelah Lebaran tahun ini. "Kakak saya, Agustus mendatang, seharusnya bekerja setelah diwisuda, tapi malah seperti ini," ujar adik Riza, Muhammad Taufik, 20 tahun, di Bangsal Bakung Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari, 18 Juni 2015.

    Bupati Gunungkidul Badingah kepada Tempo mengatakan musibah itu menjadi pengalaman sangat berharga karena seluruh sisi selatan Gunungkidul berbatasan dengan wisata pantai. “Akan ada evaluasi agar wisatawan lebih aman,” tuturnya.

    PRIBADI WICAKSONO | VENANTIA MELINDA | IDAYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.