Imigrasi Kupang Halangi Wartawan Liput Imigran Gelap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi imigran gelap. ANTARA/Asep Fathulrahman

    Ilustrasi imigran gelap. ANTARA/Asep Fathulrahman

    TEMPO.CO , Kupang:  Kantor Imigrasi Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menghalang- halangi wartawan yang hendak meliput aktifitas para imigran gelap yang diamankan di salah satu hotel di Kupang.

    "Harus ada ijin dari Kanwil Hukum dan HAM, jika hendak meliput imigran gelap disini," kata Kepala Seksi Penindakan Kantor Imigrasi Kupang, Tato Suharyono kepada Tempo, Kamis, 18 Juni 2015 malam.

    Wartawan Tempo yang hendak meliput buka puasa imigran gelap tidak diijinkan petugas hotel karena tidak ada  surat ijin resmi dari Kanwil Hukum dan HAM. "Maaf, harus ada ijin imigrasi atau Kanwil Hukum dan HAM NTT baru kami ijinkan untuk meliput," kata pemilik hotel tempat penampungan imigran gelap.

    Upaya untuk menghalang-halangi wartawan ini terkait dengan beredarnya informasi bahwa Australia membayar anak buah kapal sebesar AS$31 ribu untuk mengantar kembali imigran ke perairan Indonesia.

    YOHANES SEO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.