Erupsi Sinabung Masih Terjadi, Bupati Karo Minta Dana Rp 1,4 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas Gunung Sinabung dilihat dari Tiga Serangkai, Sumatera Utara, 12 Juni 2015. Gunung Sinabung juga menyemburkan abu vulkanik yang mencapai hingga 500 meter. Ap Photo

    Aktivitas Gunung Sinabung dilihat dari Tiga Serangkai, Sumatera Utara, 12 Juni 2015. Gunung Sinabung juga menyemburkan abu vulkanik yang mencapai hingga 500 meter. Ap Photo

    TEMPO.CO , Jakarta: Aktivitas erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten. Karo, Sumatera Utara tetap tinggi. Sepanjang Rabu 17 Juni 2015 terjadi 120 kali guguran, empat  kali luncuran awan panas sepanjang 2-3 km ke sisi timur-tenggara dan selatan, dua  kali luncuran lava pijar 1,5 km ke tenggara dan 2 km ke selatan,  serta semua parameter seismisitas masih tinggi.

    Pada  Kamis 18 Juni 2015 siang telah terjadi satu  kali awan panas guguran dari puncak dengan jarak luncur sejauh 2,5 km ke Tenggara, dan guguran lava pijar dari puncak sejauh 700-1.500 meter ke Tenggara.  Potensi erupsi susulan masih tinggi.

    Tim Reaksi Cepat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah hadir di Sinabung mendampingi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo. Bupati Karo telah meminta bantuan Rp 1,4 miliar dana siap pakai kepada BNPB untuk penanganan pengungsi.

    Bupati Karo telah menetapkan masa tanggap darurat sejak 2 Juni 2015 hingga 6 Juli 2015. Kebutuhan mendesak adalah tenda pengungsi, selimut, MCK, makanan tambahan, lauk pauk, masker, tikar, matras, tanki air, pakaian, logistik untuk kebutuhan dapur, dan psikolog untuk trauma healing.

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan  adanya perluasan radius yang harus dikosongkan menyebabkan warga beberapa desa harus dievakuasi. Saat ini jumlah pengungsi sebanyak 10.377 jiwa (2.762 KK) yang tersebar di 10 pos pengungsian.

    Pengungsi berasal dari Desa Guru Kinayan, Tiga Pancur, Pintu Besi, Sukanalu, Beras Tepu, Sigarang-garang, Jeraya, Kuta Rayat, Kuta Gunggung, Mardinding, Kuta Tengah, dan Dusun Lau Kawar. Pengungsi bukan hanya berasal dari desa sisi tenggara-selatan dari puncak kawah. ‘’Tetapi desa-desa di sisi utara, timur dan barat daya pun mengungsi,’’ katanya.

    SUPRIYANTHO KHAFID



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.