Diancam Pengacara Ibu Angkat Angeline, Ini Perlawanan Arist

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arist Merdeka Sirait. TEMPO/Yosep Arkian

    Arist Merdeka Sirait. TEMPO/Yosep Arkian

    TEMPO.CODenpasar - Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait, Kamis, 18 Juni 2015, mendatangi Markas Kepolisian Daerah Bali. Kedatangannya ke Polda Bali justru dilakukan saat penasihat hukum keluarga Margriet, Hotma Sitompul, menyebar ancaman kepada siapa pun yang disebutnya menyebarkan fitnah terhadap kliennya dalam kasus kematian bocah 8 tahun, Angeline.

    Hotma Sitompul sebelumnya mengatakan akan menuntut secara hukum siapa saja yang dinilainya mengeluarkan pendapat yang bersifat menyudutkan keluarga Margriet. Meski Hotma tidak menyebutkan satu per satu orang yang menjadi sasaran ancamannya, Arist merupakan salah satu yang terus mengeluarkan statemen kepada media berkaitan dengan upayanya mengungkap siapa dalang di balik kematian Angeline.

    Menurut Arist, tujuan kedatangannya ke Polda Bali adalah memberikan dukungan terhadap para penyidik Polda Bali dan sejumlah saksi agar terus melanjutkan upaya pengungkapan kasus pembunuhan terhadap Angeline. “Saya tidak menuduh Ibu M. Tapi dia sudah menjadi tersangka penelantaran anak, yang akhirnya ditemukan meninggal dunia dalam kondisi yang mengenaskan,” kata Arist kepada wartawan.

    Arist juga ingin memastikan siapa pun yang berada di lokasi kejadian, terutama tempat ditemukannya jasad Angeline di halaman belakang rumah Margriet, harus dimintai keterangan. “Jadi bukan menuduh dia (Margriet) sebagai pelaku pembunuhan, tapi bukti forensik menyebutkan Angeline ditemukan setelah tiga minggu meninggal dunia,” ujar Arist.

    Keterkaitan Margriet dalam kasus ini juga karena dia mengumumkan Angeline sebagai anak hilang di media sosial, bahkan membuat sayembara. Namun kemudian jenazah Angeline ditemukan dalam keadaan mengenaskan. “Harus diungkap siapa dalangnya dan apa motifnya,” ucap Arist.

    Arist mengatakan tidak gentar atas pernyataan Hotma yang akan menuntut siapa pun yang dianggap menyebarkan fitnah terhadap Margriet. “Sudahlah, jangan marah-marah seperti itu. Kewajiban kita bersama melindungi anak-anak dan mengungkap kasus ini,” tutur Airist.

    Ihwal salinan akta pengangkatan anak yang diminta untuk dikembalikan, Arist mengatakan salinan akta itu diberikan oleh Margriet tanpa diminta Arist. Itu terjadi ketika Arist berkunjung ke rumah Margriet pada 24 Mei 2015. Saat itu Arist diberi kesempatan melihat kamar tidur Angeline. Tiba-tiba, Margriet memberikan foto dan salinan akta notaris. Bila saat ini Margriet memintanya kembali, Arist pun tak keberatan mengembalikannya.

    ROFIQI HASAN

    IKUTI: TEMPO HADIAH RAMADAN 2015


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.