Tak Ada Dana, Pembangunan Jalur Puncak II Dihentikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan menuju kawasan Puncak terjebak macet di Gerbang tol Ciawi, Bogor, Jabar, 25 Desember 2014. Padatnya volume kendaraan wisatawan saat libur Natal membuat kawasan Puncak macet, sementara itu, petugas dari Satuan Lalu Lintas Polres Bogor masih memberlakukan sistem buka tutup jalur. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Sejumlah kendaraan menuju kawasan Puncak terjebak macet di Gerbang tol Ciawi, Bogor, Jabar, 25 Desember 2014. Padatnya volume kendaraan wisatawan saat libur Natal membuat kawasan Puncak macet, sementara itu, petugas dari Satuan Lalu Lintas Polres Bogor masih memberlakukan sistem buka tutup jalur. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Bogor -  Pemerintah Kabupaten Bogor menghentikan proses pembangunan jalan Jalaur Puncak II, yang menghubungkan Sentul-Cipanas Cianjur, karena Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada 2015 ini tidak memberikan kucuran dana untuk pembangunan jalan sepanjang 48 kilometer. Pembangunan Jalur Puncak II ini  bertujuan untuk mengurangi kemacetan jalur, terutama Puncak via Cisarua.

    "Tahun ini untuk pembangunan jalur Puncak II, Kementerian PU tidak memberikan bantuan dan saya tidak tahu kapan proyek ini akan dilanjutkan. Tapi nanti akan koordinasi dulu dengan Kementerian PU karena yang punya kewenan­gan PU,” kata Bupati Bogor Nurhayanti saat dihubungi, Kamis 18 Juni 2015 siang.
    ,
    Padahal Pemkab Bogor dan Pemerintah pusat menargetkan proyek pembangunan jalan yang membelah sejumlah bukit tersebut harus sudah rampung pada tahun 2014 lalu. Namun  hingga kini prosesnya masih belum beres, bahkan sokongan dana untuk pembangunanya dialokasikan oleh pemerintah pusat. "Memang ada jalur yang harus menggunakan lahan milik Perhutani, akan tetapi kami sudah berkoordinasi untuk pembebasan lahanya," kata dia.

    Proses pembangunan Jalur Puncak II dibagi dalam tiga tahapan. Pertama, dibangun sepanjang  28 km dan lebar 30 meter mulai dari Babakanmadang-Sukamakmur-Jonggol. Tahap kedua, Sukamakmur-Cariu (Jalan Transyogi) dengan pan­jang 15 km dan terakhir yakni membangun jalur Sukamakmur hingga Cipanas sepanjang 10 km, "Akan tetapi karena tidak ada kucuran dana dari Pemerintah Pusat maka tahun ini tidak ada pengerjaan untuk proyek ini, karena tidak ada anggaran," kata dia.

    Pemkab Bogor akan kembali mengajukan proposal agar  Kemenetrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  untuk kembali melanjutkan proses pembangunan jalan Jalur Puncak II yang memang bukan hanya dapat mengurai kemacetan akan tetapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Bogor dan Cianjuran " Tahun depan, kami akan meminta Kementrian PUPR agar jalur ini  kembali dilanjutkan," kata Nurhayanti.

    Selain itu, Kabupaten Bogor juga meminta Kementerian PU untuk mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk mempercepat proses pembangunanya, "Setiap tahunnnya kucuran dana yang diberikan pemerintah pusat sangat kecil, yakni Rp 40-Rp45 miliar, padahal kebu­tuhan anggaran mencapai Rp 789 miliar," kata dia.

    M SIDIK PERMANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.