Bantuan Menteri Khofifah untuk Korban Kelaparan Salah Alamat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Khofifah Indar Parawansa. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Khofifah Indar Parawansa. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Kupang - Bantuan yang diberikan oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, yang seharusnya diperuntukkan bagi korban kelaparan di lima desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), ternyata salah alamat.

    Hal itu diungkapkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah NTT, Jefry Banunaek. Menurut dia, Menteri Khofifah tidak diarahkan ke lokasi warga desa yang mengalami kelaparan.

    "Mensos justru diarahkan ke dua desa yang tidak mengalami kelaparan," kata Jefry kepada wartawan di Kupang, Kamis, 18 Juni 2015.

    Kedatangan Menteri Khofifah ke NTT, Rabu, 17 Juni 2015, untuk melihat langsung kondisi warga di lima desa yang dilanda kelaparan dan memberikan bantuan.

    Lima desa itu adalah Desa Toineke, Tuafanu, Kiufatu, dan Oni di Kecamatan Kualin, dan Desa Oebelo di Kecamatan Amanuban Selatan.

    Dalam kunjungannya, Khofifah memberikan bantuan berupa 12 karung ikan kering, 24 ton beras, 24 dus kecap, 21 dus minyak goreng, dan 800 dus mi instan. Bantuan diterima secara simbolis oleh Bupati Timor Tengah Selatan Paul Mella.

    Menurut Jefry, dalam kunjungannya Khofifah dibawa ke desa yang tidak dilanda kelaparan, seperti Desa Nuemuke, Kecamatan Kualin. "Warga di desa itu tidak mengalami kelaparan," ujarnya.

    Jefry menyesalkan bantuan yang salah alamat itu. Dia menduga pemerintah daerah setempat menutup-nutupi warganya yang mengalami kelaparan. "Pemda terkesan menutupi masalah kelaparan, sehingga membawa menteri ke lokasi yang subur," ujarnya.

    Jefry mengatakan, pada kenyataannya Menteri Khofifah tidak dibawa untuk mengunjungi desa yang mengalami kelaparan akibat kekeringan yang berkepanjangan. Sebagian besar warganya terpaksa mengkonsumsi putak atau pakan ternak. "Desa-desa yang warganya mengalami kelaparan berada di pesisir pantai," katanya.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.