Korban Tewas Tebing Pantai Sadranan Sedang Menanti Wisuda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim SAR melakukan proses evakuasi korban yang tertimbun runtuhan tebing pantai Sadranan, Gunung Kidul, Yogyakarta, 17 Juni 2015. Tebing Pantai Sadranan runtuh sekitar pukul 13.00 WIB. Sebanyak 10 orang diperkirakan tertimbun hidup-hidup. TEMPO/Pius Erlangga

    Tim SAR melakukan proses evakuasi korban yang tertimbun runtuhan tebing pantai Sadranan, Gunung Kidul, Yogyakarta, 17 Juni 2015. Tebing Pantai Sadranan runtuh sekitar pukul 13.00 WIB. Sebanyak 10 orang diperkirakan tertimbun hidup-hidup. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Salah satu korban tewas dalam peristiwa ambruknya tebing di Pantai Sadranan, Gunungkidul, Riza Umami, 22 tahun, telah lulus kuliah dan menanti wisuda seusai Lebaran ini. "Kakak saya Agustus harusnya sudah diwisuda terus bekerja, tapi malah seperti ini," ujar adik Riza, Muhammad Taufik, 20 tahun, ditemui di bangsal Bakung Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari, Kamis, 18 Juni 2015.

    Riza tercatat sebagai mahasiswi Jurusan Pendidikan Luar Biasa di Universitas Negeri Yogyakarta. Riza merupakan warga Dusun Logandeng, Desa Nglabrak, Srumbung, Magelang, Jawa Tengah.

    Sedangkan Taufik mengalami luka di kepala dan kaki kirinya patah. Terbaring di bangsal, kakinya masih dibalut penyangga dan badannya masih penuh pasir pantai. Taufik akan dirujuk ke Rumah Sakit Magelang guna operasi kakinya yang patah.

    Saat kejadian Taufik dan kakaknya Riza hendak berfoto bersama dan dalam posisi keduanya masih di bawah tebing. "Saat tebing rubuh, saya masih pegang tangan kakak yang juga pegang handphone untuk persiapan foto," ujar alumnus sebuah sekolah teknik menengah di Magelang itu.

    Meski di bawah tebing, Taufik selamat karena permukaan yang menimpanya berbentuk cekungan sehingga masih ada ruang bergerak. "Saya pas membungkuk posisinya, sedang ngepasin handphone di atas air, tangan satunya megang tangan kakak, nggak sempat lihat tebing di atas ambrol," ujar Taufik.

    Malah, almarhum kakaknya sempat bercanda dulu dengan kerabat lain sesaat sebelum berfoto itu. "Yuk Taufik dikubur (pasir)," ujar Taufik mengenang perkataan terakhir kakaknya.

    Selain kehilangan kakak kandungnya, Taufik juga kehilangan sepupunya dalam peristiwa tragis itu, yakni Joko Susanto, 35 tahun, yang berprofesi sebagai petani. "Mas Joko pas itu sedang lihat hasil foto di kameranya sambil berteduh," ujar Taufik.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.