Longsor Pantai Gunungkidul, Polisi: 11 Orang Dilaporkan Hilang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim SAR melakukan proses evakuasi korban yang tertimbun runtuhan tebing pantai Sadranan, Tepus, Gunung Kidul, Yogyakarta, 17 Juni 2015. Saat runtuh, sejumlah orang sedang berada di lokasi untuk berlibur merayakan kedatangan Ramadan. TEMPO/Pius Erlangga

    Tim SAR melakukan proses evakuasi korban yang tertimbun runtuhan tebing pantai Sadranan, Tepus, Gunung Kidul, Yogyakarta, 17 Juni 2015. Saat runtuh, sejumlah orang sedang berada di lokasi untuk berlibur merayakan kedatangan Ramadan. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.COYogyakarta - Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Gunungkidul Ajun Komisaris Besar Polisi Hariyanto menuturkan sampai Kamis pagi, 18 Juni 2015, sebelas orang dilaporkan hilang pasca-longsornya tebing karang di Pantai Sadranan, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, pada Rabu, 17 Juni 2015. 

    "Jumlah orang yang belum kembali dari pantai itu yang dilaporkan pihak keluarga sampai saat ini sebelas," ucap Hariyanto kepada Tempo, Kamis pagi, 18 Juni 2015.

    Hariyanto berujar, saat ini di sekitar lokasi parkir kawasan pantai itu, polisi telah mengamankan satu unit mobil jenis Toyota Avanza. "Kemungkinan besar kendaraan itu milik salah satu korban. Kondisinya terkunci rapat dari luar," tuturnya.

    Sampai pukul 00.00 WIB Kamis dinihari, tujuh korban telah ditemukan. "Empat orang meninggal dunia, dua luka, dan satu selamat," katanya.

    Evakuasi korban dilembur oleh gabungan tim Search and Rescue Gunungkidul, SAR DIY, kepolisian, dan TNI dengan bantuan dua unit alat berat. "Evakuasi dengan mekanisme memecah material tebing yang menghimpit korban," ucap Hariyanto.

    Koordinator Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Yogyakarta, Pristiawan, menuturkan evakuasi sempat dihentikan sementara karena kondisi air laut sempat pasang pada tengah malam. "Tapi langsung dilanjutkan pukul 02.00 WIB. Sampai sekarang masih jalan terus," ujarnya.

    Kepolisian menyatakan keluarga yang hendak mengambil jenazah anggota keluarganya tak perlu meminta izin lembaga itu. Dengan syarat: jenazah sudah teridentifikasi dan ada surat keterangan dari tim disaster victim identification (DVI) yang didatangkan Pemerintah Provinsi DIY.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.