Jaksa Agung Soal Calon Bos KPK: Bibit, Bobot, Bebet  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaksa Agung M. Prasetyo bersama Plt. pimpinan KPK Taufiequrachman Ruki (kanan), beri keterangan pers seusai pertemuan tertutup, di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta, 23 Februari 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Jaksa Agung M. Prasetyo bersama Plt. pimpinan KPK Taufiequrachman Ruki (kanan), beri keterangan pers seusai pertemuan tertutup, di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta, 23 Februari 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengatakan jaksa yang ingin menjadi pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi tak boleh lagi berpikir pragmatis. Dengan kata lain, tak lagi terbebani perkara jabatan. 

    "Saat menjaring komisioner ditekankan pada bibit, bobot, bebet. Kompetensi dan integritas mereka sangat penting," ujar Prasetyo di Kejaksaan Agung, Rabu, 17 Juni 2015. 

    Prasetyo menuturkan mencari jaksa yang pas untuk didorong menjadi pemimpin KPK bukan perkara mudah. Dia ingin faktor integritas dan kompetensi itu terpenuhi. Karena itu, ia tak mau terburu-buru menjaring jaksa yang akan diajukan sebagai calon pemimpin KPK. 

    "Saya belum bisa sebut nama saat ini. Terus terang, masuk ke KPK memerlukan ketulusan dan kesungguhan," ucap Prasetyo. 

    Prasetyo mengaku ingin ada perempuan dalam jajaran pimpinan KPK. Salah satu alasannya, untuk keseimbangan gender. Namun, kata dia, hal itu tak harus dipaksakan. 

    ISTMAN M.P. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.