Polisi Air Terlibat Penyelundupan 10 Kilogram Sabu di Perbat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah barang bukti diperlihatkan saat rilis kasus narkoba di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta, 22 Mei 2015. BNN berhasil mengungkap kasus narkoba yang melibatkan seorang sipir Lapas Banceuy, Bandung, Jawa Barat. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Sejumlah barang bukti diperlihatkan saat rilis kasus narkoba di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta, 22 Mei 2015. BNN berhasil mengungkap kasus narkoba yang melibatkan seorang sipir Lapas Banceuy, Bandung, Jawa Barat. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Ajun Inspektur Satu Mustajab, 48 tahun, diringkus Badan Narkotika Nasional di Tanjung Balai, Sumatera Utara, pada Ahad, 14 Juni 2015. Dia terlibat penyelundupan sabu seberat 10,2 kilogram dan 147 butir ekstasi dari Malaysia. Mustajab merupakan anggota polisi dari Satuan Polisi Air dan Udara Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

    Selain Mustajab, putranya yang bernama Reza Maulana Revaldi, 21 tahun, ikut dicokok personel BNN. Reza dianggap membantu ayahnya dalam operasi penyelundupan sabu dan ekstasi itu. "Mereka berdua masih satu jaringan dengan tujuh tersangka penyelundup 500 ribu butir ekstasi yang dikomandoi ZU," kata juru bicara Badan Narkotika Nasional, Komisaris Besar Slamet Pribadi di Cawang, Rabu, 17 Juni 2015.

    Mulanya ZU dan enam anggota sindikatnya ditangkap BNN pada pekan pertama Mei lalu. Menurut Slamet, mereka menginformasikan bakal ada penyelundupan sabu dari jalur laut yang melibatkan sindikat Malaysia-Sumatera Utara. "Terpantau satu kapal berangkat dari perairan Indonesia ke Malaysia untuk ambil 10 bungkus sabu," kata Slamet.

    Kapal itu dikendarai seorang berinisial S yang masih buron. S berangkat pada 9 Juni dan berhasil kembali ke Dermaga Panton, Tanjung Balai, dengan membawa sabu dan ekstasi pada 13 Juni.

    S lalu membawa paket itu ke pom bensin di sekitar Tanjung Balai pada 14 Juni sekitar pukul 05.30. Di sana, Mustajab dan S melakukan serah terima paket narkoba. Selanjutnya, Mustajab membawa paket itu ke rumahnya.

    Menurut Slamet, Mustajab merasa dibuntuti petugas BNN sepanjang perjalanan pulang. Demi menyamarkan aksinya, paket itu dibuang ke rawa yang ada di dekat rumah Mustajab. "Barulah Mustajab memerintahkan Reza mengambil paket itu dari dasar rawa."

    Momentum pengambilan paket dari dasar rawa oleh Reza dipakai petugas BNN meringkus pria 21 tahun itu. Dari petunjuk Reza, petugas BNN bergerak untuk mengejar Mustajab yang akhirnya tertangkap di Jalan U. Damanik, Kelurahan Pantai Burung, Kecamatan Tanjung Balai Selatan.

    Mustajab mengaku bila dia terlibat sebagai kurir narkoba. Menurut dia, ada seorang berinisial TS alias Month yang menjadi bosnya. "Ada upah Rp 50 juta bila saya mau mengambil dan menyimpan paket sabu itu," kata Mustajab.

    Mereka bakal dijerat dengan Pasal 114 ayat 2, 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman mati menanti Mustajab dan Reza.

    RAYMUNDUS RIKANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.