Lima Desa di NTT Dilanda Kelaparan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melakukan sidak ke Bulog Aceh Besar untuk memastikan kualitas beras untuk rakyat miskin, 30 Mei 2015. ANTARA/Trisnadi

    Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melakukan sidak ke Bulog Aceh Besar untuk memastikan kualitas beras untuk rakyat miskin, 30 Mei 2015. ANTARA/Trisnadi

    TEMPO.CO, Kupang - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Pawansa mengunjungi lima desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dilanda kelaparan akibat bencana kekeringan yang melanda wilayah itu, Rabu, 17 Juni 2015.

    Tiba di Bandara El Tari, Kupang, Mensos langsung mengunjungi lima itu dengan menempuh perjalanan darat sekitar 110 kilometer. Lima desa yang dilanda kelaparan adalah Desa Toineke, Tuafanu, Kiufatu, dan Oni di Kecamatan Kualin, dan Desa Oebelo di Kecamatan Amanuban Selatan.

    Jumlah penduduk di lima desa itu sebanyak 2.938 kepala keluarga (KK) atau 12.204 jiwa yang merasakan dampak gagal panen akibat kekeringan yang melanda daerah itu.

    Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten TTS Epy Tahun mengatakan untuk membantu warga yang kelaparan di lima desa itu, pihaknya telah menyalurkan beras miskin (raskin) sebanyak 50 ton untuk tahap pertama. "Masih ada 50 ton sebagai cadangan dan 200 ton dari pemerintah provinsi," katanya.

    Untuk jangka panjang, menurut dia, pihaknya akan membangun sumur bor di lima desa itu untuk memenuhi kebutuhan air di daerah itu. Mensos akan melihat langsung kualitas dan kuantitas raskin yang dibagikan kepada masyarakat. Mensos juga mengunjungi gudang penyimpanan raskin dan melihat langsung kondisi warga TTS yang kekurangan pangan.

    Anggota DPRD NTT, Jefri Banunaek, mengeluhkan lambannya pemerintah menangani warga lima desa yang dilanda kelaparan sejak awal tahun 2015 ini. "Musibah ini sudah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Namun penanganannya lamban," katanya.

    Akibat bencana kelaparan yang melanda warga di lima desa itu, warga terpaksa mengkonsumsi putak--sejenis pakan ternak untuk memenuhi kebutuhan hidup.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.