Pilkada Serentak, Madura Masuk Radar Mabes Polri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pengamanan/Kerusuhan Pilkada. ANTARA/Adiwinata Solihin

    Ilustrasi Pengamanan/Kerusuhan Pilkada. ANTARA/Adiwinata Solihin

    TEMPO.CO, Surabaya - Markas Besar Polri memetakan daerah-daerah yang dianggap rawan dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah secara serentak pada Desember 2015 ini. Di Provinsi Jawa Timur, daerah yang digolongkan dengan tingkat kerawanan yang tinggi adalah Kota Surabaya dan Pulau Madura.

    "Oleh karena itu Markas Besar Polri akan membantu Polda Jawa Timur untuk pengamanannya," kata Kepala Divisi Humas Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan, ketika ditemui di Surabaya, Rabu, 11 Juni 2015.

    Selain Jawa Timur, daerah lain yang 'masuk radar' potensi konflik saat pemilihan kepala daerah nanti adalah Maluku dan Papua di wilayah Indonesia Timur. Di wilayah lainnya adalah Sumatera Utara, Aceh, dan Sulawesi Selatan. "Ini sudah kami petakan semuanya," kata Anton.

    Terutama untuk daerah-daerah itu, Mabes Polri, kata Anton, akan membantu kepolisian daerah maupun kepolisian resor untuk melakukan pengamanan selama pemilihan kepada daerah. Bahkan unsur TNI juga akan dimintai bantuannya. "Misalnya di Jawa Timur, kodam juga digandeng untuk pengamanan pilkada," ujar Anton.

    Sebanyak 19 kabupaten dan kota di Jawa Timur rencananya akah terlibat dalam pemilihan kepala daerah serentak pada Desember nanti. Beberapa sudah memasuki tahapan pendaftaran para bakal calon dari jalur perorangan.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.