Kapolda Papua Ngebet Jadi Bos KPK, Pernah Gagal di Tes

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Irjen Pol Tito Karnavian (kiri) bersalam komando dengan Brigjen Pol Jotje Mende (kanan) usai acara Sertijab Kapolda Papua di Mabes Polri, Jakarta, Rabu 16 Juli 2014. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Irjen Pol Tito Karnavian (kiri) bersalam komando dengan Brigjen Pol Jotje Mende (kanan) usai acara Sertijab Kapolda Papua di Mabes Polri, Jakarta, Rabu 16 Juli 2014. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Yotje Mende menyatakan telah mendaftar sebagai calon pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi melalui Internet pada Minggu, 14 Juni lalu. Ia menyatakan sangat ingin menjadi pemimpin KPK sejak dulu. 

    "Ini bukan pertama kalinya. Saya dulu pernah daftar, tapi gagal. Saya ingin coba lagi," kata Yotje di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan, Rabu, 17 Juni 2015.

    Yotje bercerita, latar belakangnya sebagai reserse menjadi alasan utama munculnya keinginan untuk bergabung dengan lembaga antirasuah itu. Selain itu, ia prihatin melihat hubungan Polri dengan KPK yang kerap terlihat kurang harmonis belakangan ini. "Saya ingin menciptakan sinergi KPK dengan Polri, supaya bisa bekerja sama memberantas korupsi," ujarnya. (Baca: Lima Perwira Tinggi Calonkan Diri sebagai Pemimpin KPK)

    Mantan Kepala Polda Kepulauan Riau itu menepis pandangan masyarakat yang menganggapnya sebagai wakil kepentingan Polri. Sebagai anggota Polri, ia hanya meminta surat rekomendasi Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti sesuai dengan prosedur internal Polri. "Semua atas keinginan saya pribadi, bukan Polri," ujarnya. (Baca: Capim KPK, Jaksa Agung Setor Lima Nama)

    Selain Yotje, ada empat perwira tinggi dan purnawirawan Polri yang mendaftar sebagai calon pemimpin KPK. Sebelumnya, Kepolisian RI merekomendasikan tiga nama sebagai calon pemimpin komisi antikorupsi itu. Yakni Inspektur Jenderal Yotje Mende, Inspektur Jenderal Syahrul Mamma, dan Inspektur Jenderal Purnawirawan Benny Mamoto. Namun Syahrul dan Benny belum mendaftar hingga saat ini.

    DEWI SUCI RH.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.