Kapolri: Jenderal Daftar Calon Pemimpin KPK Tak Wakili Polri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian RI  Jenderal Badrodin Haiti berkoordinasi dengan sejumlah stafnya di ruanganya, di Mabes Polri, Jakarta, 23 April 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti berkoordinasi dengan sejumlah stafnya di ruanganya, di Mabes Polri, Jakarta, 23 April 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.COJakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti mempersilakan perwira tinggi yang ingin mendaftar sebagai calon pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi. Meski beberapa anak buahnya berminat mendaftar, dia menegaskan bahwa mereka tidak mewakili institusi Polri.

    "Itu atas keinginan pribadi, mendaftar sendiri, bukan dari Polri," katanya di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan, Rabu, 17 Juni 2015. "Kenapa media selalu mengaitkan dengan kepentingan institusi, itu tidak ada hubungannya."

    Hingga kini, sudah ada lima perwira tinggi dan purnawirawan berpangkat brigadir jenderal ke atas yang mendaftar sebagai calon pemimpin KPK. Sebelumnya, Polri merekomendasikan tiga nama sebagai calon pemimpin KPK. Ketiganya adalah Inspektur Jenderal Yotje Mende, Inspektur Jenderal Syahrul Mamma, dan Inspektur Jenderal Purnawirawan Benny Mamoto. 

    Dari nama yang telah disebut Polri, hanya Yotje yang telah mendaftarkan diri resmi secara online. Sedangkan Syahrul dan Benny belum mendaftar. Badrodin membenarkan bahwa Yotje telah meminta rekomendasinya untuk mendaftar.

    "Saya sebagai Kapolri hanya memberi surat rekomendasi, tidak lebih," tuturnya.

    Menurut Badrodin, tiga nama yang telah disebutkan itu terbukti berprestasi dan berintegritas. Namun dia menyerahkan sepenuhnya kepada panitia seleksi. "Bukan berarti Polri meminta meluluskan mereka," ujarnya.

    DEWI SUCI R.H.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.