Temui Jokowi, Ormas Islam Minta Perekrut ISIS Dicari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Said Aqil Siroj berpidato dalam acara pengukuhan LPOI di GeDung PBNU, Jakarta, 1-6, 2012. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Said Aqil Siroj berpidato dalam acara pengukuhan LPOI di GeDung PBNU, Jakarta, 1-6, 2012. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.COJakarta - Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) meminta pemerintah segera mengevakuasi warga negara Indonesia yang berada di Suriah. Tercatat, 514 WNI saat ini berada di Suriah.

    "Presiden menyambut baik usulan LPOI. Ia akan menugaskan Kementerian Luar Negeri dan lembaga terkait dengan pelaksanaannya," ujar Staf Komunikasi Presiden Joko Widodo, Teten Masduki, Rabu, 17 Juni 2015.

    LPOI bertemu dengan Jokowi di Istana Negara. Pada pertemuan tersebut, LPOI juga memberi masukan untuk mencari kelompok perekrut sejumlah WNI yang berangkat ke Irak dan Suriah untuk bergabung dengan ISIS. 

    Selain itu, menurut LPOI, harus ada pengawasan terhadap masuknya dana-dana asing yang penyalurannya langsung ke sejumlah kelompok masyarakat tanpa melalui pemerintah. LPOI menduga dana itu bisa digunakan untuk membiayai perjalanan WNI ke Suriah guna bergabung dengan ISIS.

    "Presiden menyatakan akan menindaklanjuti lewat kementerian dan lembaga yang berwenang," ucap Teten.

    LPOI adalah gabungan 12 ormas Islam mayoritas yang masing-masing sudah berdiri sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka di antaranya Nahdlatul Ulama (NU), Syarikat Islam Indonesia (SII), Persatuan Islam (Persis), dan Al Irsyad Al Islamiyyah. 

    Selain itu, ada Mathlaul Anwar, Al-Ittihadiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi), Azzikra, Al-Washliyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), dan Persatuan Umat Islam (PUI).

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.