Ujug-ujug, Ruki Ingin KPK Bisa Terbitkan SP3  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK, Taufiequrachman Ruki, menjawab pertanyaan awak media usai melakukan pertemuan dengan Kapolri Badrodin Haiti, di Mabes Polri, Jakarta, 2 Mei 2015.  Novel Baswedan ditangkap penyidik di rumahnya pada Jumat dini hari, 1 Mei 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua KPK, Taufiequrachman Ruki, menjawab pertanyaan awak media usai melakukan pertemuan dengan Kapolri Badrodin Haiti, di Mabes Polri, Jakarta, 2 Mei 2015. Novel Baswedan ditangkap penyidik di rumahnya pada Jumat dini hari, 1 Mei 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi sementara Taufiequrrachman Ruki ingin KPK punya kewenangan menghentikan penyidikan alias menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan. Menurut Ruki, KPK perlu wewenang begitu jika dalam proses penyidikan ada hal-hal yang demi hukum memaksa KPK menghentikan penyidikan. 

    "Antara lain apabila tersangka meninggal dalam proses penyidikan atau penuntutan," ujar Ruki melalui pesan pendek, Rabu, 17 Juni 2015.

    Menurut Ruki, dalam konsep awal Undang-Undang KPK, pimpinan KPK memang tak boleh menghentikan penyidikan. "Jika demi hukum terpaksa dihentikan, harus seizin penasihat KPK, tentu dengan prosedur khusus," kata Ruki.

    Ruki menilai penghentian penyidikan itu sebaiknya masuk dalam usulan revisi UU KPK. Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat sebelumnya sepakat UU KPK masuk program legislasi nasional 2015.

    Namun, menurut pelaksana tugas Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji, pemerintah dan DPR sebaiknya menunda revisi UU KPK. Sebab, sampai sekarang KPK tak pernah diajak berunding sehingga dikhawatirkan revisi tersebut malah melemahkan KPK. "Sebaiknya ditunda untuk duduk bersama KPK membahas revisi itu," tuturnya melalui pesan pendek, Rabu, 17 Juni 2015.

    Beberapa poin di dalam usulan revisi dinilai bisa melemahkan KPK. Di antaranya, mengubah kewenangan penyadapan hanya kepada orang yang telah diproses hukum, dilibatkannya Kejaksaan Agung dalam setiap penuntutan oleh KPK, diadakannya suatu dewan pengawas, hingga adanya pelaksana tugas jika komisioner KPK berhalangan.

    MUHAMAD RIZKI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.