PSK Online di Makassar, dari Lulusan SMP sampai Mahasiswi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto perempuan panggilan dan barang bukti ponsel di tunjukkan saat gelar perkara prostitusi online di Markas Kepolisian Kota Besar, Surabaya, 9 September 2014. Prostitusi online melalui grup Blackberry Messenger yag menawarkan puluhan gadis bokingan untuk kelas menengah ke atas ini beromset 5 hingga 7 juta rupiah perhari dengan tarif boking untuk sekali kencan 1 juta hingga 2 juta rupiah. TEMPO/Fully Syafi

    Foto perempuan panggilan dan barang bukti ponsel di tunjukkan saat gelar perkara prostitusi online di Markas Kepolisian Kota Besar, Surabaya, 9 September 2014. Prostitusi online melalui grup Blackberry Messenger yag menawarkan puluhan gadis bokingan untuk kelas menengah ke atas ini beromset 5 hingga 7 juta rupiah perhari dengan tarif boking untuk sekali kencan 1 juta hingga 2 juta rupiah. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.COMakassar - Pekerja seks komersial jaringan Azis alias Azizah alias Cizza, 25 tahun, muncikari bisnis prostitusi online di Makassar, mempunyai latar belakang beragam. Dari anak putus sekolah hingga kaum intelektual dia jaring menjadi pelacur.

    "Jumlahnya mungkin bisa seratus orang, mulai tamatan SMP sampai mahasiswa. Mereka berasal dari beberapa daerah," kata Kepala Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat Komisaris Gany Alamsyah, Selasa, 16 Juni 2015.

    Azis menjaring para PSK dari rekannya saat masih bekerja di beberapa hotel di Makassar. Di samping itu, ada juga perempuan yang menawarkan diri. Kepolisian membongkar bisnis prostitusi online itu berdasarkan informasi masyarakat.

    Hal itu ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan berhasil mengungkap kejahatan tersangka yang dijerat pihaknya dengan pasal perdagangan manusia alias human trafficking. Guna membongkar praktek prostitusi online, pihaknya menyamar menjadi pelanggan.

    Komunikasi dilakukan melalui media sosial, yakni lewat pesan berantai BlackBerry Messenger (BBM). "Tersangka mengirimkan beberapa foto perempuan melalui BBM. Kalau sepakat, uangnya ditransfer," ucapnya.

    Setelah memesan perempuan itu, pihaknya membikin janji bertemu di sebuah hotel di Jalan Pelita Raya, Makassar, Sabtu, 13 Juni 2015. Setelah memastikan adanya tindak pidana, Kepolisian langsung menangkap remaja suruhan Azis. Total, ada enam wanita di lokasi itu.

    Kepolisian melacak keberadaan Azis dan mendapatinya di sebuah tempat di Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba, Minggu, 14 Juni. Warga Jalan Raya Pendidikan itu tidak berkutik setelah kedoknya terbongkar. Ia pun mengakui telah lama menjalankan bisnis prostitusi online.

    Bersama tersangka, kata Gany, Kepolisian menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya uang tunai Rp 1,5 juta, sebuah alat kontrasepsi, dan dua unit ponsel. Adapun keenam perempuan remaja yang menjadi PSK dari jaringan Azis dikenakan wajib lapor.

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.