Muhammadiyah Diminta Bantu Berantas Mafia, Ini Kata Din  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua umum MUI Din Syamsuddin bersama Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, di Kantor Majelis Ulama Indonesia, Jakarta, 13 Mei 2015. Badrodin Haiti berharap dapat bekerja sama dengan para ulama dalam menjaga moral bangsa untuk mencegah dan memberantas praktek prostitusi. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua umum MUI Din Syamsuddin bersama Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, di Kantor Majelis Ulama Indonesia, Jakarta, 13 Mei 2015. Badrodin Haiti berharap dapat bekerja sama dengan para ulama dalam menjaga moral bangsa untuk mencegah dan memberantas praktek prostitusi. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Dalam pertemuan itu, Din mengaku Jokowi memberikan beberapa pesan terkait dengan upaya pemerintah saat ini dalam memberantas mafia-mafia pada segala bidang.

    "Beliau berpesan setelah menjelaskan betapa berat tantangan bahkan ancaman kepada negara kita dalam pemerintahan sekarang," kata Din di Istana Negara, Selasa, 16 Juni 2015. "Yaitu dengan masih bercokolnya banyak mafia, mafia narkoba, mafia migas, mafia energi, mafia ikan, beras, pangan, dan sebagainya."

    Jokowi, kata Din, meminta Muhammadiyah membantu memberantas para mafia tersebut. Muhammadiyah siap memberantas mafia itu semua.

    "Sebelum Presiden dan pemerintah Indonesia menyatakan mau perang terhadap mafia, alhamdulillah kami sudah melakukannya karena mafia itu memang sangat merusak sendi-sendi kehidupan," ujarnya.

    Din menyarankan cara yang paling tepat dalam memberantas mafia sampai ke akar-akarnya adalah mengubah undang-undang yang cenderung merugikan masyarakat. "Contoh yang dilakukan Muhammadiyah adalah mencabut undang-undang yang tidak berpihak kepada konstitusi lewat jihad konstitusi."

    Mahkamah Konstitusi memenangkan gugatan yang dilayangkan Muhammadiyah tentang Undang-Undang Sumber Daya Air pada Februari 2015. Gugatan itu dilayangkan Muhammadiyah lantaran beberapa pasal dalam UU Sumber Daya Air itu tidak berpihak pada masyarakat.

    REZA ADITYA

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.