Lima Perwira Tinggi Calonkan Diri sebagai Pemimpin KPK

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Tafiequrachman Ruki, Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK (Pansel Capim KPK) Destry Damayanti, Juru bicara Pansel Capim KPK Betty Alisjahbana dan Plt Wakil Pimpinan KPK, Johan Budi mengangkat tangan usai melakukan pertemuan di Gedung KPK, Jakarta, 9 Juni 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua KPK Tafiequrachman Ruki, Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK (Pansel Capim KPK) Destry Damayanti, Juru bicara Pansel Capim KPK Betty Alisjahbana dan Plt Wakil Pimpinan KPK, Johan Budi mengangkat tangan usai melakukan pertemuan di Gedung KPK, Jakarta, 9 Juni 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Juru bicara Panitia Seleksi Pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi, Betty Alisyahbana, mengatakan sudah ada lima perwira tinggi yang mendaftar sebagai calon pemimpin KPK. Namun dia menolak menyebutkan nama-nama perwira tersebut.

    "Hanya satu nama yang sudah disebut-sebut Polri, yakni Pak Yotje," ucapnya saat dihubungi Tempo, Selasa, 16 Juni 2015.

    Inspektur Jenderal Yotje Mendeh merupakan mantan Kepala Kepolisian Daerah Papua. Sedangkan empat perwira tinggi lain bukan termasuk dalam daftar yang disebut Kepolisian RI beberapa waktu lalu. 

    Sebelumnya, Polri menyerahkan tiga nama sebagai calon pemimpin KPK. Ketiganya adalah Inspektur Jenderal Yotje Mende, Inspektur Jenderal Syahrul Mamma, dan Inspektur Jenderal Purnawirawan Benny Mamoto. 

    Betty menolak menyebut identitas empat perwira itu karena ada beberapa berkas yang belum dilengkapi. Keempatnya ada yang masih berstatus perwira aktif dan ada pula yang purnawirawan. "Nanti ada waktunya untuk publikasi." 

    Sebelumnya, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan menyatakan ketiga calon merupakan jenderal berprestasi yang mempunyai rekam jejak cukup baik. Yotje merupakan angkatan 1981 yang saat ini menjadi Kepala Kepolisian Daerah Papua. 

    Yotje Mendeh merupakan angkatan 1981. Benny menjabat Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional sebelum pensiun. Dia merupakan angkatan 1977. "Sampai sekarang masih aktif menjadi pembicara terkait dengan narkoba dan aktif bergaul di organisasi," tutur Anton. 

    Sedangkan Syahrul menjabat salah satu deputi di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Ketiganya, ucap Anton, merupakan pakar reserse. "Tiga orang ini memang putra terbaik Bhayangkara," katanya.

    DEWI SUCI R.H.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.