Ini Alasan Polisi Merawat Kakak Korban Pembunuhan Ciledug  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan. (tabloidjubi)

    Ilustrasi pembunuhan. (tabloidjubi)

    TEMPO.CO, Tangerang - Meski kondisi Muhammad Rizki, 17 tahun, korban selamat kasus penganiayaan dan pembunuhan di Kampung Dukuh, Sudimara, Ciledug, terus membaik selama dirawat di Rumah Sakit Bhakti Asih, Karang Tengah, kepolisian justru memindahkan remaja ini ke ruang perawatan Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. "Alasannya agar pemeriksaan dan penjagaan lebih maksimal," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Ciledug Ajun Komisaris Apendi, Selasa, 16 Juni 2015

    Apendi mengatakan Rizki dirawat di RS Polri sejak Jumat pekan lalu. Sebelumnya anak sulung pasangan Mas Riwan Silaban dan Rahmawati ini sempat menjalani perawatan intensif di RS Bhakti Asih setelah mengalami luka tusuk di bagian leher dan perut dalam kasus pembunuhan yang menewaskan adik bungsunya, Putri Mariska Sakina, 13 tahun, pada 7 Juni 2015

    Menurut Apendi, pemindahan Rizki ke RS Polri semata-mata untuk memaksimalkan penjagaan dan pemeriksaan." Rizki menjalani rangkaian pemeriksaan, jadi secara psikologi harus dijaga." Selain itu, Rizki merupakan saksi kunci dalam kasus ini sehingga harus mendapatkan penjagaan maksimal.

    Selama dirawat di RS Polri, kata Apendi, kondisi Rizki terus membaik." Tapi kami belum bisa banyak mengorek keterangan darinya,"kata Apendi.

    Kepada polisi, beberapa kali Rizki mengungkapkan pelaku pada sore berdarah itu adalah seorang dengan ciri bertubuh tegap dan kepala botak. "Keterangan itu masih terus kami dalami," kata Apendi.

    Terkait dengan pemeriksaan DNA sperma yang ditemukan di tubuh Putri, Apendi mengatakan, hal tersebut juga dalam proses pemeriksaan.

    JONIANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.