Ribuan Pelayat Mengantar Angeline 'Pulang'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung memperhatikan tumpukan bunga dan boneka untuk Angeline di RS Sanglah Denpasar, Bali, 16 Juni 2015. ANTARA/Wira Suryantala

    Pengunjung memperhatikan tumpukan bunga dan boneka untuk Angeline di RS Sanglah Denpasar, Bali, 16 Juni 2015. ANTARA/Wira Suryantala

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Ribuan pelayat mengantarkan Angeline pulang ke peristirahatan terakhirnya di tempat pemakaman umum Desa Tulungrejo, Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur. Jenazah bocah berusia delapan tahun itu dimakamkan pukul 20.00.(baca:Takbir dan Doa: Angeline, Kamu Masuk Surga!)

    Ribuan warga itu memenuhi area makam yang terletak 200 meter dari rumah nenek Angeline, Misyah. Begitu jenazah Angeline memasuki tempat pemakaman, para pelayat langsung melantunkan doa-doa. Tangis pun pecah dari keluarga Angeline.(baca:Angeline Dimakamkan, Ibu Kandungnya Pingsan)

    Pemakaman tersebut juga disaksikan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, jajaran musyawarah pimpinan daerah, guru sekolah Angeline, dan kerabat. Hadirnya ribuan pelayat itu sempat mengganggu jalannya pemakaman. Berulang kali, petugas meminta warga untuk menjaga jarak dari liang lahat.

    Simak
    ANGELINE DIBUNUH: Kisah Om Doug, Ayah Angkat Si Bocah Malang
    EKSKLUSIF: Agus Blak-blakan Pria yang Dekat dengan Margriet

    Proses pemakaman berlangsung sekitar satu jam. Warga memperpanjang liang lahat untuk menyesuaikan ukuran peti jenazah Angeline. Setelah dikuburkan, warga pun berebut meletakkan karangan bunga dan boneka.

    Bahkan salah seorang pelayat, datang langsung dari Denpasar sambil membawa gitar. Lelaki bernama Pak Ogah itu mengaku lima hari menjaga jenazah Angeline di RSUP Sanglah, Denpasar. “Semoga tidak ada lagi anak-anak Indonesia lain yang bernasib seperti Angeline,” kata Pak Ogah meratap di pusara Angeline.

    IKA NINGTYAS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.