Tiba di Banyuwangi, Jenazah Angeline Diiringi Lantunan Doa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak menyalakan lilin untuk berdoa dan mengenang Angeline saat acara A Candlelight Memorial For Angeline di Pantai Matahari Terbit, Denpasar, Bali, 13 Juni 2015. Acara ini mengkampanyekan anti kekerasan terhadap anak. TEMPO/Johannes P. Christo

    Sejumlah anak menyalakan lilin untuk berdoa dan mengenang Angeline saat acara A Candlelight Memorial For Angeline di Pantai Matahari Terbit, Denpasar, Bali, 13 Juni 2015. Acara ini mengkampanyekan anti kekerasan terhadap anak. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Jenazah Angeline Margriet Megawe tiba di rumah neneknya di Dusun Wadungpal, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur, pukul 19.27, Selasa, 16 Juni 2015. Kedatangan jenazah Angeline disambut oleh ribuan pelayat.

    Begitu jenazah Angeline datang, warga langsung melantunkan doa-doa. Peti Angeline ditempatkan di halaman rumah. Pelayat ikut memadati rumah nenek Angeline yang berada di gang sempit.

    Selain jenazah Angeline juga tampak orang tua kandung bocah berusia delapan tahun itu, Hamidah dan Ahmad Rosyidi. Keduanya terus menitikkan air mata saat turun dari mobil hingga ke rumah duka.

    Kedatangan jenazah Angeline juga disaksikan oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kepala Kepolisian Resor Banyuwangi, Menteri Sosial, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

    Dalam sambutannya, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pemerintah daerah menyampaikan duka mendalam. Dia berharap tragedi Angeline bisa memberi hikmah bersama. "Kita harus berhati-hati agar tidak ada lagi anak Indonesia bernasib sama dengan Angeline," katanya.

    IKA NINGTYAS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.