Pilkada di Yogyakarta Masih Sepi Peminat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai KPU mencelupkan jarinya saat mengikuti simulasi pemungutan dan penghitungan suara TPS dalam pemilihan kepada daerah (Pilkada) serentak, di Gedung Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, 7 April 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Pegawai KPU mencelupkan jarinya saat mengikuti simulasi pemungutan dan penghitungan suara TPS dalam pemilihan kepada daerah (Pilkada) serentak, di Gedung Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, 7 April 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemilihan kepala daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta hingga pertengahan bulan ini masih sepi peminat. DIY akan menggelar pemilihan kepala daerah secara serentak pada Desember 2015 di Bantul, Gunungkidul, dan Sleman. Tapi di Bantul misalnya, baru satu pasangan kandidat yang mendeklarasikan diri pada Ahad, 14 Juni 2015, untuk maju dalam pemilihan bupati dan wakil bupati, yakni calon ikumben Sri Suryawidati dengan pasangan barunya Misbahul Munir, Asisten Sekretariat Daerah Bantul bidang Pemerintahan.

    Bahkan pendaftaran kandidat calon independen yang dibuka pada Kamis 11 Juni 2015 dan sudah ditutup pada Senin 15 Juni 2015 pun sepi peminat. Menurut Ketua KPUD Bantul, Johan Komara tidak ada pasangan independen yang menyerahkan data pendukung sampai Senin sore 15 Juni 2015. "Padahal, data pendukung itu tiket untuk mendaftar bagi pasangan independen," kata Johan Selasa, 16 Juni 2015.

    Diduga bertambahnya persyaratan jumlah pendukung pada pemilihan kali ini dibanding sebelumnya memberatkan pasangan independen.  Pasangan independen harus mengumpulkan pernyataan dukungan sebanyak 68.506 penduduk Kabupaten Bantul (7,5 persen dari jumlah penduduk setiap daerah). “Pada masa pendaftaran resmi pasangan calon bupati dan wakil bupati Bantul, hanya kandidat yang didukung oleh partai politik yang bisa mendaftar,” katanya. Masa pendaftaran pasangan calon Pilkada Bantul akan dibuka oleh Komisi pada 26 sampai 28 Juli 2015.

    Jika sampai penutupan pendaftaran calon pada 28 Juli itu hanya yang mendaftar pasangan Sri-Misbahul, pasangan ini tak bisa melawan kotak kosong. “Berdasar Undang-undang Pilkada Tahun 2015, pasangan calon yang mendaftar harus lebih dari satu,” kata Johan.

    Apabila, hanya ada satu pasangan yang mendaftar hingga jadwal usai, Komisi akan memperpanjang masa pendaftaran. "Kalau hingga menjelang jadwal Pilkada berlangsung hanya satu pasangan, kami konsultasikan dulu ke KPU Pusat mengenai kemungkinan ada Pilkada susulan di 2016 atau 2017," ujar Johan.

    Di Gunungkidul pun hingga kini baru Partai Golkar yang secara terbuka mengusung Badingah sebagai kandidat calon bupati Gunungkidul.  “Sudah disampaikan ke pusat nama (Badingah) sebagai kandidat, hanya beliau saja,” ujar Ketua Badan Pelaksana Pemilu Golkar DIY John Keban Selasa 16 Juni 2015.

    ADDI MAWAHIBUN IDHOM | PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.