Dua Tersangka Korupsi TPPI Diperiksa Pekan Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dugaan korupsi kasus bermula saat SKK Migas melakukan proses penunjukan langsung penjualan minyak mentah atau kondesat bagian negara kepada PT TPPI. Dalam prosesnya PT TPPI mendapat keuntungan dari penunjukan langsung yang dilakukan SKK Migas. TEMPO/Imam Sukamto

    Dugaan korupsi kasus bermula saat SKK Migas melakukan proses penunjukan langsung penjualan minyak mentah atau kondesat bagian negara kepada PT TPPI. Dalam prosesnya PT TPPI mendapat keuntungan dari penunjukan langsung yang dilakukan SKK Migas. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI bakal memeriksa dua tersangka kasus dugaan korupsi penjualan kondensat kepada PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (PT TPPI). Dua tersangka tersebut yakni mantan Kepala Badan Pelaksana Minyak dan Gas Bumi (BP Migas--kini SKK Migas) Raden Priyono dan mantan Deputi Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Djoko Harsono.

    "Kamis atau Jumat," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Brigadir Jenderal Victor Simanjuntak di Mabes Polri, Selasa, 16 Juni 2015.

    Bareskrim telah memeriksa Raden sedikitnya tiga kali. Sedangkan Djoko telah diperiksa sedikitnya dua kali. Keduanya diduga menyalahgunakan wewenang dalam penunjukan langsung PT TPPI dalam penjualan kondensat.

    Victor mengatakan kebijakan penjualan kondensat berada di tangan Kepala BP Migas. Artinya, Raden Priyono, yang saat itu menjadi Kepala BP Migas, bertanggung jawab penuh atas penunjukan langsung TPPI.

    Sebelumnya, Raden menegaskan hanya menjalankan perintah atasan dan pemerintah dalam pembelian kondensat. Dia pun mengakui sudah ada aturan baku untuk menunjuk TPPI. Saat ditanya apakah ada prosedur yang dilanggar, ia tak menjawab secara gamblang.

    Selain menjadikan Raden dan Djoko tersangka, Bareskrim juga telah menetapkan status yang sama kepada salah satu pendiri TPPI, Honggo Wendratmo. Namun hingga saat ini ia belum pernah diperiksa lantaran sedang sakit di Singapura. Bareskrim belum menentukan kapan akan memeriksa Honggo.

    Untuk mendalami peran para tersangka, kata Victor, Bareskrim menghentikan sementara pemeriksaan saksi. "Sementara ini, kami berfokus memeriksa tersangka," ujarnya.

    DEWI SUCI R.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.