Organda Cari Bukti Taksi Uber di Bandung Tak Berizin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taksi mewah yang ditawarkan pada layanan Uber.com di Jakarta. Uber.com

    Taksi mewah yang ditawarkan pada layanan Uber.com di Jakarta. Uber.com

    TEMPO.CO Bandung:Ketua Dewan Pimpinan Cabang Organisasi Angkutan Darat, Neneng Zuraidah, saat ini tengah mencari bukti terkait dugaan Taksi Uber yang tak berizin. Pencarian bukti itu merupakan rencana kegiatan Organda setelah dirapatkan.

    "Sembilan perusahaan taksi sudah rapat. Kami lagi cari bukti bahwa mereka benar-benar tak berizin," ujar Neneng, saat dihubungi Tempo, Senin, 15 Juni 2015. Jika sudah mengantongi bukti, rencananya Organda Bandung akan melaporkan keberadaan taksi itu pada Polisi Resort Kota Bandung.

    Dia meyakini dugaan Taksi Uber tak berizin. Sebab, kendaraan yang Uber pakai tak ber-plat kuning. "Satu tahap lagi, tinggal mencari bukti autentik," kata Neneng.

    Organda keberatan dengan kehadiran Taksi Uber di Bandung. Dia menilai taksi tersebut tak dapat bersaing secara sehat. "Penumpang kami di hotel, dan mall mereka ambil," katanya.

    Sejauh ini, kata dia, Organda sudah mewawancarai sopir taksi yang pernah bekerja di Uber Taxi. Wawancara itu dilakukan untuk memahami cara kerja pesaing mereka. Ia akan memperdalam cara kerja taksi ini untuk mencari kelemahan, sekaligus menyehatkan persaingan.

    Sebelumnya, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan ingin ditemui oleh pemilik Uber Taxi untuk membicarakan kelanjutan bisnisnya di Kota Bandung. Menurut dia, masyarakat Bandung merespons baik kehadiran taksi ini.

    "Pada prinsipnya, selama taksi ini sesuai aturan, pasti akan saya dukung. Silakan temui saya, dan presentasi di depan saya," kata Ridwan Kamil  saat ditemui usai mengunjungi peluncuran buku Jejak Soekarno di Bandung (1921-1934), di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Bandung. Ridwan Kamil menyukai taksi ini karena pelayanannya yang professional.

    Menurut hasil penelusurannya Ridwan Kamil, Taksi Uber memiliki aturan yang berbeda di setiap negara. Perusahaan ini menyesuaikan pelayannya dengan kondisi sosial lokasi operasional taksi. "Peraturan Uber Taxi di Perancis, Amerika, dan Cina berbeda-beda. Jadi kayaknya dia harus beradaptasi dulu di tempat baru seperti Bandung," kata Ridwan Kamil.

    PERSIANA GALIH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.