Kepala Sekolah Mau Ambil Alih Angeline, Begini Murka Margriet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angeline bocah cantik berumur 8 tahun diketahui telah diasuh oleh Telly Margareth (kiri) di Denpasar, Bali. facebook.com

    Angeline bocah cantik berumur 8 tahun diketahui telah diasuh oleh Telly Margareth (kiri) di Denpasar, Bali. facebook.com

    TEMPO.CODenpasar - Margriet Megawe murka ketika tahu Kepala Sekolah Dasar Negeri 12 Sanur, Bali, I Ketut Ruta menawarkan diri mengambil alih adopsi Angeline dari tangannya. Tawaran itu disampaikan Ketut Ruta kepada Margriet melalui wali kelas Angeline di kelas II SD 12 Sanur, Putu Sri Wijayanti. Ketut Ruta terketuk mengambil alih karena sering menerima pengaduan dari Putu Sri bahwa Angeline kurang terurus sejak lima bulan terakhir.

    Padahal, sejak kelas 1 SD, Angeline dikenal sebagai sosok periang dan gemuk. "Tolong, Ibu (Putu Sri) panggil orang tuanya, tanyakan bagaimana saya agar bisa mengasuh Angeline," kata Ruta menyampaikan kepada wali kelas Angeline, seperti dituturkannya kepada Tempo, Jumat dinihari, 12 Juni 2015.

    Baca juga:
    TERKUAK: Identitas Margriet dan Ayah Angkat Angeline
    Inilah Jejak Ayah Angkat Angeline di Bekasi dan Pekanbaru
    Video:
     Begini Aksi Simpatik Siswa di Bandung untuk Angeline

     Sri akhirnya menyampaikan niat Ruta kepada Margriet. Ibu angkat Angeline itu menjawab dengan emosional, yang intinya tak membolehkan Ruta mengadopsi Angeline dengan alasan Angeline punya tanggung jawab di rumah. "Dijawab Margriet, siapa pun boleh mengasuh. Tapi, di sini, Angeline punya tugas dan kewajiban," ucap Ruta menirukan Margriet. Ruta pun bertanya apa tugas yang dibebankan pada anak seumur Angeline. (Baca: Kisah Angeline: Sekolah Berkaos Kaki Satu, Bau Kotoran Ayam)

    Margriet menjawab, Angeline mempunyai tugas memberi makan ayam dan anjing, mencuci baju, mengepel lantai, dan membersihkan rumah setiap hari. Sri pun diam seketika dan pulang menceritakan hal itu kepada Ruta. Mendengar itu, Ruta mengaku tak bisa apa-apa. Hingga akhirnya dikabarkan Angeline hilang pada 16 Mei 2015. Padahal, pada 15 Mei 2015 pukul 10.30-12.05 Wita, Angeline sempat masuk sekolah. Ruta mengetahui informasi hilangnya Angeline lewat koran pada 18 Mei 2015. 

    Pada 25 Mei 2015, Ruta memutuskan melaporkan ketidakikutsertaan Angeline ujian sekolah ke Dinas Pendidikan Kecamatan Denpasar Selatan. Laporan itu ditembuskan ke Gubernur Bali, Dinas pendidikan Provinsi Bali, dan kantor kepala desa.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.