Sasar Remaja, Iklan Rokok Mengepung Sekolah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pelajar dari berbagai kalangan, melakukan aksi longmarch memperingati hari anti tembakau sedunia di Kawasan Mattoangin, Makassar, 31 Mei 2015. Para pelajar mengkampanyekan anti rokok, dan mensosialisasikan bahaya yang ditimbulkan dari asap rokok bagi perokok aktif maupun pasif. TEMPO/Fahmi Ali

    Sejumlah pelajar dari berbagai kalangan, melakukan aksi longmarch memperingati hari anti tembakau sedunia di Kawasan Mattoangin, Makassar, 31 Mei 2015. Para pelajar mengkampanyekan anti rokok, dan mensosialisasikan bahaya yang ditimbulkan dari asap rokok bagi perokok aktif maupun pasif. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.COJakarta - Tim monitoring iklan rokok di sekitar sekolah melaporkan hasil penelitian mereka di lima kota. Laporan tersebut mengungkap temuan mengkhawatirkan tentang maraknya promosi rokok di area sekitar sekolah.

    Pengurus Yayasan Media Anak yang juga anggota tim monitoring, Hendriyani, mengatakan promosi rokok telah mengepung area sekolah. "Bentuknya berupa iklan outdoor, seperti baliho, iklan di tempat penjualan, dan promosi harga rokok," ucapnya saat memaparkan hasil penelitiannya, Senin, 15 Juni 2015.

    Dari 360 sekolah di lima kota yang dipantau, Hendriyani menemukan iklan luar ruang dapat dengan mudah terlihat pada 32 persen sekolah. Iklan yang ditampilkan dalam baliho, umbul-umbul, poster, dan videotron banyak dipasang di depan gerbang sekolah atau di seberang sekolah sehingga dapat dengan mudah dilihat siswa. "Temuan ini ada di satu dari tiga sekolah yang kami pantau," ujarnya.

    Kemudian tim menemukan iklan di tempat penjualan, seperti warung, toko, dan minimarket, di sekitar sekolah dengan persentase lebih tinggi, yakni 85 persen. Iklan paling sering muncul dalam bentuk spanduk, papan nama toko, atau display rokok yang terlihat jelas.

    Hendriyani menuturkan pemasangan iklan di tempat penjualan sekitar sekolah sebagai strategi perusahaan rokok menyasar remaja. "Warung adalah tempat di sekitar sekolah yang paling banyak didatangi, bahkan menjadi tempat berkumpul anak setiap harinya," katanya.

    Menurut Hendriyani, perusahaan rokok juga menempuh cara lain untuk memastikan iklannya terlihat remaja. Cara itu adalah memajang rokok secara khusus di dekat area makanan ringan yang sering dibeli anak sekolah. Display semacam ini ditemukan pada 69 persen sekolah yang diamati.

    Promosi rokok seperti menampilkan harga rokok batangan juga banyak ditemukan. Sebanyak sembilan dari sepuluh sekolah memiliki tempat penjualan rokok yang beraktivitas secara terang-terangan.

    Hendriyani mendesak pemerintah melarang secara total segala bentuk promosi rokok di area sekolah.

    MOYANG KASIH DEWIMERDEKA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.