Awasi BIN, DPR Bentuk Tim Pengawas Intelijen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ki-ka: Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen Marciano Norman, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko dan Kapolri Jenderal Sutarman tertawa sebelum mengikuti rapat terbatas di kantor Presiden, Jakarta, 14 Januari 2015. Tempo/Aditia Noviansyah

    Ki-ka: Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen Marciano Norman, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko dan Kapolri Jenderal Sutarman tertawa sebelum mengikuti rapat terbatas di kantor Presiden, Jakarta, 14 Januari 2015. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, JakartaKomisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat akan membentuk Tim Pengawas Intelijen untuk Badan Intelijen Negara (BIN). Tim ini dibentuk untuk menyelidiki BIN bila ada penyimpangan di lembaga telik sandi tersebut.

    "Tim ini dibentuk, tapi bekerja dengan kasus tertentu bila ada penyimpangan," kata Ketua Komisi Pertahanan DPR Mahfudz Siddiq di Kompleks Parlemen Senayan, Senin, 15 Juni 2015.

    Tim Pengawas Intelijen terdiri atas 14 orang anggota DPR yang diwakili dari tiap fraksi dan pimpinan komisi. Payung hukumnya adalah Pasal 43 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara serta Peraturan DPR.

    "Peraturan ini tinggal menunggu pengesahan di paripurna," kata Mahfudz. "Kami harapkan nanti dengan terpilihnya Kepala BIN yang baru, tim ini juga akan terbentuk."

    Kasus-kasus intelijen yang bisa diinvestigasi, kata Mahfudz, adalah yang berhubungan dengan pelanggaran wewenang intelijen. "Sejauh ini memang belum ada satu kasus yang perlu investigasi secara khusus. Tapi kalau tim ini terbentuk, ini bisa mengantisipasi jika suatu waktu ada indikasi tindak pidana dalam intelijen."

    Komisi Pertahanan DPR telah menerima surat presiden tentang penggantian Kepala BIN. Jabatan itu diserahkan kepada Letnan Jenderal (Purnawirawan) Sutiyoso menggantikan Letnan Jenderal (Purnawirawan) Marciano Norman. Surat itu akan dibawa dalam sidang paripurna DPR besok sebelum Komisi Pertahanan melakukan uji kepatutan dan kelayakan terhadap Sutiyoso.

    INDRI MAULIDAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.