Warga Sumba Timur Minta Maaf kepada Keluarga Angeline  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hamidah dan Rosidik, kedua orang tua kandung Angeline usai menjalani tes DNA di depan kamar jenazah Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, Bali, 12 Juni 2015. Kedua orang tua Angeline menjalani pemeriksaan DNA sebelum jenazah dipulangkan ke rumah orang tuanya di Banyuwangi, Jawa Timur. TEMPO/Johannes P. Christo

    Hamidah dan Rosidik, kedua orang tua kandung Angeline usai menjalani tes DNA di depan kamar jenazah Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, Bali, 12 Juni 2015. Kedua orang tua Angeline menjalani pemeriksaan DNA sebelum jenazah dipulangkan ke rumah orang tuanya di Banyuwangi, Jawa Timur. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Kupang - Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora meminta maaf kepada keluarga Angeline yang diduga dibunuh Agustae Handa Manu, warga Desa Rambangaru, Kecamatan Haharu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

    "Sebagai Bupati dan atas nama masyarakat Sumba Timur, saya mohon maaf kepada keluarga Angeline atas perbuatan Agus," kata Gidion kepada Tempo, Senin, 15 Juni 2015. Agustae merupakan tersangka pembunuhan bocah delapan tahun yang dilaporkan hilang tiga pekan yang lalu.

    Gidion meminta kepolisian benar-benar mengungkap kasus ini dan menangkap otak pembunuhan Angeline. "Kami minta polisi benar-benar mengungkap kasus ini. Jangan sampai hanya Agus yang ditangkap. Bisa saja Agus hanya korban dalam kasus ini," katanya.

    Dia mengaku belum sempat bertemu dengan keluarga Agus di kampung, tapi telah meminta camat setempat untuk menemui mereka dan memberikan kekuatan agar mereka tidak terpukul atas dugaan keterlibatan Agus dalam kasus ini. "Saya masih di luar daerah. Jadi belum sempat bertemu dengan ibu kandung Agus," katanya.

    Camat Haharu Jefri Supusepa menyatakan pihaknya sudah menemui keluarga Agustae, tersangka pembunuhan Angeline. "Kami sudah temui keluarganya. Mereka berasal dari keluarga petani," kata Jefri.

    Agustae ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Resor Kota Denpasar karena diduga sebagai pelaku pembunuhan Angeline, siswa kelas II sekolah dasar yang dilaporkan hilang hingga akhirnya ditemukan tewas pada 10 Juni 2015.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.