Waktu Angkat Anak Angeline, Margriet Pakai Alamat di Riau  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang warga berdoa usai meletakan bunga ucapan belasungkawa atas meninggalnya Angeline, bocah delapan tahun yang sebelumnya dikabarkan menghilang, di depan rumahnya di Denpasar, Bali, 11 Juni 2015. Angeline dikabarkan hilang sejak 16 Mei 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    Dua orang warga berdoa usai meletakan bunga ucapan belasungkawa atas meninggalnya Angeline, bocah delapan tahun yang sebelumnya dikabarkan menghilang, di depan rumahnya di Denpasar, Bali, 11 Juni 2015. Angeline dikabarkan hilang sejak 16 Mei 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Rekam jejak keluarga angkat Angeline, bocah asal Bali yang ditemukan tewas di pekarangan rumah orang tua angkatnya setelah dinyatakan hilang hampir sebulan, lebih terang ketika Tempo menyambangi rumah tua di Jalan Garuda, RT 01 RW 06 Kecamatan Labuh Baru Timur, Pekanbaru, Riau.

    Alamat rumah inilah yang dipakai Margriet Megawe ketika membuat akta pengangkatan anak Angeline di hadapan notaris Anneke Wibowo pada 23 Mei 2007. ”Kami mengenalnya dengan nama Ibu Telly,” ujar Dementria Tinambunan, yang tinggal di dekat rumah tersebut.

    Menurut Dementria, Margriet menempati rumah itu sejak 2000. Dia tinggal di rumah itu bersama suami keduanya, Douglas, yang bekerja di sebuah perusahaan minyak asal Amerika Serikat yang bermarkas di Riau.

    Sebelumnya, Margriet dan Douglas tinggal di mes milik perusahaan tersebut. Mereka pindah ke Labuh Baru Timur karena bosan tinggal di kompleks karyawan. Pasangan itu membeli rumah di Jalan Garuda dari saudara Dementria, yang juga merupakan kawan sekantor Douglas.

    Pada 2007, Douglas pensiun dari pekerjaannya. Margriet dan Douglas kemudian hijrah ke Jawa. Namun, menurut Dementria, keduanya masih sering berkunjung ke Pekanbaru. Sekali waktu, mereka menengok rumah itu bersama bayi yang baru mereka adopsi. Dialah Angeline, yang diadopsi dari pasangan Hamidah-Rosidik.

    Baca tulisan selengkapnya di majalah Tempo edisi 15-21 Juni 2015.

    SYAILENDRA PERSADA (BALI), RIYAN NOVITRA (PEKANBARU), ADI WARSONO (BEKASI)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.