Kerap Dikasari, Kalau Margriet Pergi, Angeline Senang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga dan anak-anak meletakkan lilin untuk berdoa dan mengenang Angeline saat acara A Candlelight Memorial For Angeline di Denpasar, Bali, 13 Juni 2015. Acara ini digelar untuk mengenang almarhum Angeline yang ditemukan tewas Selasa lau. TEMPO/Johannes P. Christo

    Sejumlah warga dan anak-anak meletakkan lilin untuk berdoa dan mengenang Angeline saat acara A Candlelight Memorial For Angeline di Denpasar, Bali, 13 Juni 2015. Acara ini digelar untuk mengenang almarhum Angeline yang ditemukan tewas Selasa lau. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Denpasar - Seorang teman Margriet Christina Megawe blak-blakan soal kekerasan yang dialami Angeline oleh ibu angkatnya itu. Aktivis Perlindungan Perempuan dan Anak di Bali, Siti Sapurah, mengatakan sudah berbincang langsung dengan teman dekat Margriet yang tidak mau identitasnya disebutkan ini.

    "Setiap hari (Angeline) dipukul oleh Margriet, diperlakukan tidak layak dan kasar," kata Siti, menirukan sahabat yang pernah mampir di rumah Margriet pada awal tahun ini, Minggu 14 Juni 2015.

    Angeline, kata dia, tidak boleh santai atau bermain layaknya anak-anak berusia delapan tahun oleh Margriet. Siti menuturkan teman Margriet ini melihat bagaimana setiap hari Angeline dihajar dan diperlakukan tidak layak. Perkataan kasar juga menjadi makanan sehari-hari Angeline.

    Baca juga:

    TERKUAK: Identitas Margriet dan Ayah Angkat Angeline

    Inilah Jejak Ayah Angkat Angeline di Bekasi dan Pekanbaru

    Video: Begini Aksi Simpatik Siswa di Bandung untuk Angeline

    "Suara buk-buk dipukuli sering terdengar," kata Siti menirukan keterangan teman Margriet. Menurut dia, Angeline terlihat sangat tertekan. "Tapi kalau pas Margriet keluar, dia langsung seneng dan bisa main."

    Sebelum berangkat sekolah, Angeline wajib memberi makan ayam dan anjing. Karena itu Angeline selalu terlambat tiba di sekolah.

    Urusan makan juga sama kejamnya. "Angeline hanya diberi makan mi kering yang belum dimasak," kata Siti. Sehari hanya diberi makan sekali, terkadang nasi putih tanpa lauk.

    Kini Margriet telah ditetapkan sebagai tersangka penelantaran anak. Angeline adalah anak yang diadopsi Margriet dan suaminya sejak berumur 3 hari. Angeline terpaksa diserahkan kepada Margriet karena orang tuanya tak bisa menebus biaya persalinan.

    SYAILENDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.