Awasi Alun-alun Baru, Pemkot Bandung Ogah Gandeng Ormas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ridwan Kamil, Walikota Bandung. TEMPO/Prima Mulia

    Ridwan Kamil, Walikota Bandung. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung -Kepala Dinas Pemakaman dan Pertamanan Pemerintah Kota Bandung, Arief Prasetya, sementara ini akan mengandalkan satuannya untuk mengawasi Alun-alun Ujungerung, Bandung. Menurut dia, soal pengawasan jangka panjang akan dirapatkan selanjutnya oleh Pemkot Bandung.

    "Saya enggak mau mengandalkan jasa pengamanan dari Ormas (Organisasi Masyarakat) karena banyak resikonya," kata dia, saat ditemui Tempo di Alun-alun Ujungberung, Jalan A.H Nasution, Bandung, Ahad, 14 Juni 2015. Salah satu resiko yang ia khawatirkan, antara lain adanya kecemburuan antar Ormas.

    Ia khawatir jika harus memilih salah satu Ormas di Bandung untuk menerima 'Proyek' pengawasan. Pasalnya, Ormas lainnya akan menilai Pemerintah Kota Bandung pilih kasih terhadap Ormas.

    Pengawasan yang dilakukan di Alun-alun Ujungberung, kata Arief, mirip dengan Alun-alun Bandung. Di Alun-alun Bandung, Pemkot menempatkan sejumlah petugas Satuan Polisi Pamong Praja yang berjaga selama 24 jam. Para petugas Satpol PP itu bertugas menegur dan menindak warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan, dan merusak aset taman.

    Sebelumnya, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil siang tadi meresmikan Alun-alun Ujungberung yang terletak di wilayah timur Bandung. Dia mengatakan, salah satu tujuan pembangunan alun-alun baru untuk merecah kemacetan di pusat Kota Bandung.

    "Ini taman pertama di kawasan Bandung Timur. Jadi warga di sini tidak perlu mengunjungi Alun-alun Bandung, cukup di sini saja," ujar Ridwan Kamil, saat ditemui di tempat yang sama. Sejauh ini Ridwan membangun taman tematik di pusat Kota Bandung saja. Sehingga, warga Bandung Timur mesti menempuh jarak beberapa kilometer untuk menikmati taman.

    Maka itu, kata Ridwan, dirinya meminta budayawan Bandung untuk meramaikan alun-alun yang dibangun sejak Januari 2015. Alun-alun ini memang memiliki ciri khas berupa panggung yang cukup untuk 600 sampai 700 orang.

    Lokasi baru ini didesain berdasarkan karakter warga Bandung Timur yang sarat akan kesenian. Selain budaya lokal seperti kesenian debus dan Benjang, Ujungberung pun terkenal setelah menjadi pusat industri musik beraliran keras di Indonesia. Band cadas asal Ujungberung antara lain Burgerkill dan Jasad.

    PERSIANA GALIH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.