KPK Bikin Lomba Film Antikorupsi, Siapa Berminat?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Enam pemanjat dinding wanita membentangkan spanduk raksasa saat acara Hari Kartini di Gedung KPK, Jakarta, 21 April 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Enam pemanjat dinding wanita membentangkan spanduk raksasa saat acara Hari Kartini di Gedung KPK, Jakarta, 21 April 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COPurbalingga - Komisi Pemberantasan Korupsi akan menggelar festival film antikorupsi tahun ini. Anti Corruption Film Festival (ACFFest) 2015 membuat kompetisi dalam beberapa kategori, yakni  film fiksi, film dokumenter, video jurnalisme warga, iklan layanan masyarakat, dan film animasi. Festival ini bisa diikuti film karya pelajar dan umum. Syaratnya, produksi film itu antara 1 Januari 2014 dan 5 Oktober 2015.

    “Program ACFFest ini merupakan salah satu program pencegahan korupsi yang mengajak kaum muda di seluruh Indonesia untuk menolak korupsi,” ujar Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Adnan Pandu Praja dalam road show ACFFest 2015 di Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu, 13 Juni 2015.

    Dia melanjutkan, KPK juga menjalankan program pencegahan korupsi bersama stasiun radio dan televisi serta radio dan televisi streaming yang berisi talk show dan dialog interaktif.  KPK juga mengajak 2.000 dosen untuk menggelar kuliah antikorupsi di perguruan tinggi.

    Adnan menjelaskan, dari berbagai program KPK, festival film antikorupsi menjadi yang paling diminati masyarakat Indonesia, terutama anak muda. "Program ini memang banyak diminati karena masyarakat Indonesia lebih suka menonton," ucapnya.

    Penggagas ACFFest, Ary Nugroho, mengungkapkan animo kaum muda untuk berpartisipasi memang tinggi. “Pada tahun ini kami menargetkan 350-an karya film bisa berpartisipasi dalam ACFFest," katanya.

    Ary menjelaskan, karya pemenang akan dikompilasi dan diedarkan ke berbagai komunitas masyarakat untuk diputar di lingkungan masing-masing. Selama ini, kata dia, banyak pembuat film pendek yang mengirimkan karya dengan berbagai tema antikorupsi. "Dalam hal tema, kami melihat ada berbagai karya yang mengangkat kelokalannya dengan persoalan ragam korupsi yang terjadi di lingkungannya," tuturnya.

    Tahun ini ada 15 kota yang disinggahi rombongan road show ACFFest 2015. Pemilihan kota yang dikunjungi rombongan road show dilakukan berdasarkan beberapa parameter. "Kami tak melakukannya di kota besar. Kami pilih kota kedua yang memiliki potensi, misalnya banyak pembuat film, semangat anti-korupsinya besar. Purbalingga ini salah satu pilihannya," ucap Ary.

    Sementara itu, pembuat film Kita Versus Korupsi, Chairun Nissa, menilai selama ini memang jarang pembuat film mengangkat tema antikorupsi. "Padahal fenomena korupsi kerap ditemui di sekitar kehidupan masyarakat sehari-hari,” katanya. Film pemenang festival ini tahun lalu, Langka Receh, yang berasal dari Purbalingga, mengangkat fenomena antikorupsi di lingkungan daerah tersebut.

    ARIS ANDRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.