Kekerasan terhadap Anak, Ini yang Akan Dilakukan Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak memberikan sumbangan untuk orang tua Angeline, bocah 8 tahun yang dibunuh di belakang rumahnya di depan kamar jenazah Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, Bali, 12 Juni 2015. Uang sumbangan yang dikumpulkan akan digunakan untuk biaya pemulangan jenazah Angeline ke Banyuwangi, Jawa Timur. TEMPO/Johannes P. Christo

    Seorang anak memberikan sumbangan untuk orang tua Angeline, bocah 8 tahun yang dibunuh di belakang rumahnya di depan kamar jenazah Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, Bali, 12 Juni 2015. Uang sumbangan yang dikumpulkan akan digunakan untuk biaya pemulangan jenazah Angeline ke Banyuwangi, Jawa Timur. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan sedang menyiapkan rencana untuk menangani masalah kekerasan terhadap anak. Langkah itu ditempuh terkait dengan maraknya kekerasan yang terjadi terhadap anak akhir-akhir ini. 

    "Langkah sedang dirumuskan, untuk menyiapkan aksi yang nyata menghadapi hal-hal ini," kata Jokowi setelah meresmikan kampanye Aku Cinta Keuangan Syariah di area parkir selatan Jakarta, Minggu, 14 Juni 2015. 

    Namun Jokowi tak merinci langkah dan rencana yang dimaksud. Saat ditanya tentang imbauan kepada para orang tua, Jokowi tak menjawab dan memilih meninggalkan kerumunan wartawan. 

    Kekerasan terhadap anak saat ini menjadi sorotan masyarakat. Setelah terjadi penelantaran anak oleh pasangan orang tua di ‎Bekasi, masyarakat dibuat gempar oleh pembunuhan gadis berusia 8 tahun bernama Angeline di Sanur, Bali. 

    Angeline dinyatakan hilang pada 16 Mei 2015. Jasadnya kemudian ditemukan pada Rabu pagi, 10 Juni 2015, dikubur di halaman rumahnya sendiri, Jalan Sedap Malam, Sanur. Saat ditemukan, jasadnya telah membusuk.

    Kepala Kepolisian Daerah Bali Inspektur Jenderal Ronny Franky Sompie mengatakan penemuan ini berawal dari langkah polisi kembali menyelidiki rumah yang ditinggali Angeline bersama ibu angkatnya, Margriet, itu. Saat itu Margriet, yang biasanya menghalang-halangi pemeriksaan, sedang tidak ada di rumah.

    ‎Kepolisian Resor Kota Denpasar baru menetapkan pembantu di rumah Margriet bernama Agus sebagai tersangka pembunuh bocah yang duduk di kelas II Sekolah Dasar Negeri 12, Sanur, itu.‎

    FAIZ NASHRILLAH‎‎


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.