PEMBUNUHAN ANGELINE: Begini Manjanya Agus kepada Margriet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto bocah cantik Angeline (8) yang tewas dibunuhh di rumahnya di Bali, di pegang oleh salah seorang aktivs saat ikuti doa bersama dan aksi seribu lilin untuk Angeline, di Bunderan HI, Jakarta, 11 Juni 2015 malam. Sejumlah aktivis dan Satgal perlindungan anak mengkecam tewasnya Angeline. TEMPO/Imam Sukamto

    Foto bocah cantik Angeline (8) yang tewas dibunuhh di rumahnya di Bali, di pegang oleh salah seorang aktivs saat ikuti doa bersama dan aksi seribu lilin untuk Angeline, di Bunderan HI, Jakarta, 11 Juni 2015 malam. Sejumlah aktivis dan Satgal perlindungan anak mengkecam tewasnya Angeline. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO , Denpasar: Agustinus Tai Hamdani hanya pekerja di rumah Margriet Cristina Megawe. Namun, ia mendapat perlakuan istimewa dari ibu angkat Angeline itu. Dia diberi kamar yang ada di seberang ruang Margariet, hanya berjarak empat meter. Kamarnya seluas enam meter persegi dan bersih. (Baca: TERKUAK: Identitas Margriet dan Ayah Angkat Angeline)

    Kamar Agus, panggilan Agustinus, lebih luas diandingkan dengan kamar Angeline. Bocah tujuh tahun itu mendapat kamar seluas empat meter persegi. "Dan tidur bareng ayam peliharaan Margriet," kata aktivis Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Denpasar, Siti Sapurah, Sabtu, 13 Juni 2015.

    Agus pun "dimanja". Ia tidak pernah menjalankan tugasnya mengurus ayam di rumah tersebut. Ipung, sapaan Siti Sapurah, menuturkan semuanya dikerjakan oleh Angeline. Saban pagi, Angeline bangun dan langsung membersihkan kandang ayam yang ada di dekat kamarnya. (Baca: EKSKLUSIF, Akta: Angeline Meninggal, Hak Waris Jadi ke Margriet)

    Angeline juga diwajibkan memberi makan ayam sebelum berangkat sekolah. Sedangkan, Agus hanya mengawasi Angeline bekerja. Agus juga bekerja secara "ikhlas", ia tidak mendapat bayaran. Namun, kata Ipung, Agus betah dan selalu menuruti perintah Margriet.

    Baca juga
    EKSKLUSIF: Motif Warisan dan Sayangnya Si Ayah pada Angeline
    EKSKLUSIF: Menelusuri Aset Margriet dan Ayah Angeline

    Ipung menuturkan Agus bekerja di rumah tersebut sejak 23 April 2015. Ia dikenalkan oleh salah seorang mantan pekerja di rumah Margriet. Kebetulan, orang yang mengenalkan Agus ini dengan Margriet sama-sama berasal dari Sumba, Nusa Tenggara Timur.

    Margriet sebenarnya tidak bisa menerima orang asing di rumahnya. Ipung menuturkan, ia mendapat informasi banyak satpam yang tidak kerasan bekerja di rumah tersebut. "Masuk untuk sekedar ke toilet saja tidak boleh," katanya. (Baca: EKSKLUSIF: Motif Warisan dan Sayangnya Si Ayah pada Angeline)

    Sebelum bekerja dengan Margriet, Agus berprofesi sebagai petugas kebersihan di sebuah tempat wisata yang ada di Tanjung Benoa. Kenalannya tersebut kemudian mengajak Agus bekerja di Margriet dengan iming-iming gaji memadai.

    Ipung mengatakan, lelaki yang mengenalkan Agus tersebut sebenarnya mantan pekerja Margriet. "Dia orang kepercayaan Margriet," katanya. Makanya, Agus juga mendapat perlakuan spesial dari Margriet. Adapun keluarga Margriet dan pengacaranya belum dapat dikonfirmasi soal cerita ini. Pengacara yang mendampingi keluarga Margriet, Bernardin, sudah mengundurkan diri Sabtu siang. (Baca: Kisah Angeline: Sekolah Berkaos Kaki Satu, Bau Kotoran Ayam)

    Angeline dinyatakan hilang sejak 16 Mei 2015. Polisi akhirnya menemukan bocah cantik ini terkubur membusuk di bawah pohon pisang di pekarangan rumahnya pada 10 Juni lalu. Polisi juga menemukan tali dan boneka yang dikubur beserta Angeline. (Baca: ANGELINE DIBUNUH: Selain Margriet dan Agus, Siapa Pria Ini?)

    SYAILENDRA PERSADA | BC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ponsel Tanpa IMEI Terdaftar Mulai Diblokir pada 17 Agustus 2019

    Pemerintah akan memblokir telepon seluler tanpa IMEI terdaftar mulai 17 Agustus 2019 untuk membendung peredaran ponsel ilegal di pasar gelap.