Diajak Jokowi Resmikan Tol, Badrodin Bilang Mau Pulang Kampung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Badrodin Haitu berbincang dengan ditemani Ketua umum MUI, Din Syamsuddin di Kantor Majelis Ulama Indonesia, Jakarta, 13 Mei 2015. Dalam pertemuan tersebut Badrodin Haiti berharap dapat bekerja sama dengan para ulama untuk mencegah dan memberantas praktek prostitusi. TEMPO/Imam Sukamto

    Kapolri Jenderal Badrodin Haitu berbincang dengan ditemani Ketua umum MUI, Din Syamsuddin di Kantor Majelis Ulama Indonesia, Jakarta, 13 Mei 2015. Dalam pertemuan tersebut Badrodin Haiti berharap dapat bekerja sama dengan para ulama untuk mencegah dan memberantas praktek prostitusi. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO , Jember : Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Badrodin Haiti mengaku sedianya diajak Presiden  Joko Widodo untuk meresmikan Jalan Tol Cikopo-Palimanan dan dermaga di Bakauheni, Sabtu, 13 Juni 2015. "Hari ini memang saya ke Jember. Ini mengalahkan agenda Presiden," kata Badrodin di hadapan ribuan mahasiswa serta peserta Simposium Nasional Pancasila 'Satu Keindonesiaan Merayakan Keragaman' di Gedung Soetardjo, Universitas Jember, Sabtu  13 Juni 2015.

    Badrodin menyampaikan kalau Jumat tengah malam, dia mendapatkan informasi dari ajudan Presiden bahwa Sabtu harus mendampingi Jokowi meresmikan jalan tol Cikopo-Palimanan serta peresmian dermaga ke-VI di Bakeuhuni. "Tetapi saya katakan, tengah malam mau membatalkan untuk hadir (di acara ini) tidak tega, kalau dibatalkan mereka sangat kecewa sekali."

    Akhirnya,  Badrodin memutuskan untuk menelpon ajudan. "Saya sampaikan ke ajudan, kalau ditanya presiden, sampaikan kalau saya pulang kampung untuk nyekar. Kalau tidak ditanya tidak usah disinggung-singgung," kata Badrodin.

    Ditemui wartawan usai menjadi keynote speaker, Badrodin ternyata tidak benar-benar pulang kampung ke Paleran untuk nyekar ke makam orang tua. "Sudah ketemu dengan saudara-saudara saya disini," kata Badrodin.

     Badrodin berkata, kalau datang ke Jember ini untuk bersilaturahmi. "Diundang untuk menjadi keynote speaker."

    Badrodin mengaku jarang ke Jember. "Saya kalau pulang ke Jember, lebih banyak ingin memotivasi mahasiswa, pelajar dan pemuda, bagaimana bisa mempunyai peluang yang sama, untuk meraih karir tertinggi di mana saja. Baik di aparatur pemerintahan, TNI, Polri termasuk juga di politik," katanya.

    Badrodin mengatakan jujur dan kerja keras menjadi kunci kesuksesan dalam hidup. "Ini filosofi sintoisme, hendaknya ditanamkan sedari awal sejak masih anak-anak. Harus diajarkan itu, kalau mau berhasil."

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.