Pulang dari AS, Ridwan Kamil Kirim PNS ke Berkeley

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ridwan Kamil, Walikota Bandung. TEMPO/Prima Mulia

    Ridwan Kamil, Walikota Bandung. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menjelaskan kerja sama Pemerintah Kota Bandung dengan University of Berkeley, California, yang didapat selama dua pekan di Amerika Serikat. Menurut dia, Berkeley akan memberi beasiswa pada Pegawai Negeri Sipil di Bandung untuk belajar mengenai Sistem Informasi Geografis (GIS).

    "GIS sangat penting untuk dipelajari PNS di Bandung. Sistem komputerisasi itu bertujuan untuk mengelola data berbabsis geografis," kata Ridwan Kamil, saat ditemui Tempo di Hotel Mulia, Jalan Asia Afrika, Jakarta, Sabtu, 12 Juni 2015. Biasanya sistem ini dipakai pemerintah untuk melakukan investigasi ilmiah, mengelola sumber daya, merencanakan pemmbangunan, menguasai pemetaan, dan merencanakan rute transportasi.

    Selain untuk PNS, beasiswa ini akan diberikan untuk pelajar di Kota Bandung. Namun Ridwan Kamil belum menjelaskan mengenai prosedur untuk mendapatkan beasiswa ini.

    Pada Februari 2014, Ridwan Kamil sempat mengeluhkan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) Kota Bandung. Ia menilai PNS di Bandung masih kikuk menggunakan bahasa Inggris. "Kami akan terus mengasah kemampuan bahasa Inggris mereka hingga memiliki skor TOEFL (Test of English and Foreign Languange) sekitar 450 sampai 500," ujar Ridwan Kamil. Upaya itu dilakukan karena Pemkot Bandung kerap mengunjungi dan dikunjungi perwakilan negara asing.

    Ridwan Kamil sendiri sempat mengenyam pendidikan master di Berkeley pada 2007, dan lulus pada 2009. Ridwan Kamil lulus dengan indeks prestasi kumulatif 3,9.

    Selain mendapatkan peluang beasiswa, Ridwan Kamil mengunjungi Amerika Serikat untuk menggelar koalisi kota pintar, dan menawarkan sejumlah investasi di Bandung pada perusahaan-perusahaan Amerika. Totalnya, Ridwan Kamil memenuhi 32 kegiatan yang digelar pemerintah setempat.

    Sejumlah perusahaan Paman Sam, kata dia, akan mengunjungi Bandung sekitar tiga sampai empat bulan ke depan. Perusahaan-perusahaan itu di antaranya merupakan perusahaan pangan, helikopter, dan perusahaan teknologi. Datangnya sejumlah perusahaan asing di Bandung diyakini dapat mendatangkan 22 ribu lapangan pekerjaan.

    PERSIANA GALIH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.