ANGELINE DIBUNUH: Banyak Kejanggalan, Ibu Angkat Masih Saksi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angeline bocah cantik berumur 8 tahun diketahui telah diasuh oleh Telly Margareth (kiri) di Denpasar, Bali. facebook.com

    Angeline bocah cantik berumur 8 tahun diketahui telah diasuh oleh Telly Margareth (kiri) di Denpasar, Bali. facebook.com

    TEMPO.CO , Jakarta: Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan lembaganya mencurigai adanya persengkokolan kejahatan yang melibatkan orang dalam di rumah Margreit Christina Megawe, ibu angkat Angeline. Bocah cantik delapan tahun ini ditemukan tewas membusuk di pekarangan rumah yang dihuni keluarga Margriet.  

    Arist mengatakan, lembaganya menduga ada dua motif tewasnya Angeline. Pertama, ada kemungkinan kematian Angeline berhubungan dengan warisan. Kedua, ia menduga ada hal terlarang yang seharusnya tidak diketahui Angeline. “Hal yang diketahui Angeline itu bisa saja menghambat kepentingan pelaku,” kata Arist kepada Tempo, Jumat, 12 Juni 2015.

    Baca juga:

    Inilah Kisah Angeline di Bekasi dan Misteri Ayah Angkat

    Apalagi, menurut Arist, setelah ia melihat kondisi jenazah Angeline yang ditemukan pada 10 Juni 2015. Arist menambahkan, di kepala Angeline ada bekas luka benturan, mulut Angeline sobek, dan ada pula sundutan rokok di beberapa bagian tubuh Angeline. “Informasi itu kami dapatkan dari tim forensik kemarin.”

    Kejanggalan itu, menurut Arist, telah ditemukan bercak darah  di kamar tidur ibu tirinya, Margriet Christina Megawe, dan kamar tidur Agus, tersangka pembunuh Angeline.

    Baca juga:

    ANGELINE DIBUNUH: Lubang Aneh Permintaan Margriet

    Arist tidak mengetahui seberapa banyak darah yang tercecer di kedua kamar tidur itu. Ia mengaku sedang dalam perjalanan kembali ke lokasi kejadian untuk melakukan pemantauan bercak darah serta mencari bukti lain.

    Kejanggalan serupa...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.