Cerita Tewasnya Penarik Becak Tamu Pernikahan Gibran-Selvi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perwakilan tukang becak dengan antusias membersihkan becaknya, di kawasan Ngarsopuro, Surakarta, 9 Juni 2015. Becak-becak tersebut nantinya akan dipergunakan untuk, mengantar tamu pernikahan Gibran-Selvi tanggal 11 Juni mendatang. Bram Selo Agung/Tempo

    Perwakilan tukang becak dengan antusias membersihkan becaknya, di kawasan Ngarsopuro, Surakarta, 9 Juni 2015. Becak-becak tersebut nantinya akan dipergunakan untuk, mengantar tamu pernikahan Gibran-Selvi tanggal 11 Juni mendatang. Bram Selo Agung/Tempo

    TEMPO.CO, Solo - Sutarmin tampak kelelahan. Ia baru saja mengantar seorang tamu ke resepsi pernikahan putra sulung presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, pada Kamis siang, 11 Juni 2015.

    Mengenakan baju lurik yang diberikan panitia, pria 56 tahun tersebut mengayuh becak sejauh 500 meter dari tempat parkir menuju Gedung Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah. Ia pun kembali lagi ke parkir. Tidak disangka, lelaki yang sejak malam sebelumnya terlihat bugar itu harus meregang nyawa saat menjadi penarik becak tamu pernikahan Gibran dengan Selvi Ananda.

    Sempat jatuh di selokan yang berada di timur Lapangan Banyuanyar yang menjadikan lokasi parkir tamu, Tarmin terlihat sempoyongan. Karsidi, penarik becak yang berada di dekat Tarmin terjatuh, langsung memberikan pertolongan. Dibantu petugas pengendali masyarakat yang berada tidak jauh, pertolongan pertama dilakukan dengan menekan dada berulang-ulang karena detak jantung tidak terasa.

    Pendarahan juga terlihat dari bagian belakang kepala. Tarmin kemudian dilarikan ke puskesmas Banyuanyar yang berada tidak jauh dari lokasi.

    Tarmin dinyatakan meninggal saat diperiksa dokter di puskesmas. Teman-teman mangkalnya di Paguyuban Penarik Becak Kusuma Sahid tidak percaya kabar itu. Mereka yang dikabari melalui sambungan telepon menganggap kabar meninggalnya Tarmin sebagai gurauan.

    Mencari kejelasan berita, Priyanto, penarik becak asal Gunung Kidul, Yogyakarta, langsung mencari Tarmin. "Semalam masih sempat memperbaiki becaknya, kok siang ini dikabarkan meninggal, dikiranya bercanda," ujar Priyanto, Kamis.

    Krisnandar Fredyanto, dokter umum puskesmas Banyanyar, menyatakan korban sudah dalam keadaan meninggal saat dibawa ke puskesmas. Hasil pemeriksaan luar tidak menunjukkan luka yang menyebabkan Tarmin meninggal.

    Jenazah Tarmin tiba di puskesmas Kamis pukul 11.00 WIB dan dinyatakan meninggal setelah dilakukan visum luar.

    VENANTIA MELINDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.