Angelina Dinyatakan Hilang, Kakaknya Berhasil Kumpulkan Duit Rp 41,7 Juta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sorang relawan memasang pengumuman anak hilang, Angeline (8) di ruas Jalan Sedap Malam, Kota Denpasar, Bali, 3 Juni 2015. Angeline diketahui hilang dari rumahnya sejak 16 Mei 2015. ANTARA FOTO

    Sorang relawan memasang pengumuman anak hilang, Angeline (8) di ruas Jalan Sedap Malam, Kota Denpasar, Bali, 3 Juni 2015. Angeline diketahui hilang dari rumahnya sejak 16 Mei 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO , Jakarta: Setelah hilang sejak 16 Mei 2015 lalu, akhirnya Angeline ditemukan, Rabu, 10 Juni 2015 sekitar pukul 12.30 Wita. Jasad Angeline ditemukan di pekarangan rumah sendiri di Jalan Sedap Malam, Nomor 29, Sanur, Bali, dalam gundukan tanah baru di sebelah kandang ayam dan dekat pohon pisang.

    Setelah dinyatakan hilang dan belum ditemukan, kakak tiri Angelina, Christina, diketahui telah membuat sebuah situs penggalangan dana Help Find Angelina untuk mengumpulkan uang demi membantu keluarga menemukan Angelina.

    Situs bernama gofundme.com tersebut dibuat pada 21 Mei 2015 atas nama Christina Kunci dan berdasarkan pantauan Tempo telah berhasil mengumpulkan dana sebesar US$ 3.210 atau sekitar Rp 41,7 juta.

    Dari 33 orang yang tercatat sebagai penyumbang, selain yang tidak menyebutkan identitas mereka (anonymous) ditemukan sejumlah nama yang kemungkinan besar adalah bukan warga negara Indonesia. Ada nama-nama seperti Pati McCandless yang menyumbang US$ 50. Maree Fairclough US$ 35, dan Daniel Showlund US$ 100.

    Berdasarkan keterangan tentang situs yang ditulis oleh seorang dengan nama Estelle disebutkan bahwa dana yang berhasil dikumpulkan akan digunakan untuk mengorganisir pencarian, perwakilan hukum, keamanan di rumah ibunya, Maragareth (polisi tidak melakukan penjagaan), dan uang rokok untuk polisi yang ikut membantu menjaga rumah.

    MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.