Menteri dan Tokoh Partai Hadiri Resepsi Nikah Gibran-Selvi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gibran Rakabuming Raka (keempat kiri) dan istrinya Selvi Ananda berfoto bersama anggota keluarga lainnya seusai prosesi Akad Nikah di Gedung Graha Saba, Solo, 11 Juni 2015. TEMPO/Ananda Teresia

    Gibran Rakabuming Raka (keempat kiri) dan istrinya Selvi Ananda berfoto bersama anggota keluarga lainnya seusai prosesi Akad Nikah di Gedung Graha Saba, Solo, 11 Juni 2015. TEMPO/Ananda Teresia

    TEMPO.CO, Solo - Para menteri Kabinet Kerja dan tokoh partai mulai berdatangan ke Graha Saba Buwana, Solo, untuk menghadiri resepsi pernikahan Gibran Rakabuming Raka dengan Selvi Ananda, Kamis, 11 Juni 2015.

    Anggota Kabinet Kerja yang tampak hadir antara lain Menteri Perindustrian Saleh Husin dan Menteri Agama Lukman Hakim. Sebelum masuk ke tempat resepsi, keduanya menyampaikan harapan terhadap pengantin baru ini.

    "Saya kira ini suatu perkawinan yang cukup sakral. Yang paling utama, mereka bisa membina keluarga yang sakinah. Ini pernikahan yang ideal, harmonis," kata Saleh Husin sebelum masuk ke Graha Saba.

    Selang beberapa menit setelah Menteri Saleh masuk ke Graha Saba, Menteri Lukman tiba di lokasi resepsi. Lukman mengapresiasi resepsi pernikahan yang digelar dengan sangat sederhana. "Ini sesuatu yang menarik. Dia (Joko Widodo) presiden, tapi masih sangat sederhana dan mau menggunakan rumahnya," kata Lukman.

    Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat Wiranto, yang datang hampir bersamaan dengan Saleh Husin dengan didampingi istrinya, menolak berkomentar. Adapun Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan M. Romahurmuziy mengucapkan selamat kepada kedua pengantin dan berharap mereka bisa terus berbahagia. Hingga pukul 19.15, tamu-tamu terus berdatangan.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.