TRAGEDI ANGELINE: Ekspresi Agus Peragakan Adegan Sadis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membaca berita di koran tentang kematian Angeline (8) yang dikabarkan hilang sebelumnya di depan rumahnya di Denpasar, Bali, 11 Juni 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    Warga membaca berita di koran tentang kematian Angeline (8) yang dikabarkan hilang sebelumnya di depan rumahnya di Denpasar, Bali, 11 Juni 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Denpasar - Pra-rekonstruksi pembunuhan Angeline di Jalan Sedap Malam 26, Denpasar Timur, Bali, digelar pada Kamis, 11 Juni 2015. Pra-rekonstruksi yang berjalan satu jam itu dihadiri tersangka, Agus. (Baca: Kasus Angeline, Kronologi dari Hilang hingga Meninggal)

    Agus terlihat tenang melakoni adegan demi adegan pra-rekonstruksi. Ekspresinya datar. Polisi menggelar pra-rekonstruksi di seluruh rumah, dari gerbang hingga halaman belakang rumah, tempat jenazah Angeline ditemukan pada Rabu, 10 Juni 2015.

    Pra-rekonstruksi selesai pukul 12.00 Wita. Warga yang melihat pra-rekonstruksi dengan geram memenuhi sepanjang Jalan Sedap Malam. Petugas gabungan dari TNI dan kepolisian berupaya memecah konsentrasi warga. Mereka mengantisipasi serangan warga terhadap Agus. (Baca: #RIPAngeline: Dunia Terlalu Keras untukmu, Cantik)

    Warga yang tak terima dengan perbuatan Agus membunuh Angeline menggedor-gedor kaca jendela mobil APV yang mengantarnya. Sampai saat ini, rumah Angeline masih ramai dikunjungi warga sekitar.

    Kepala Kepolisian Resor Kota Denpasar Komisaris Besar Anak Agung Made Sudana menjelaskan, pra-rekonstruksi dilakukan untuk melihat kaitan antara keterangan Agus dan kejadian sebenarnya. “Kurang-lebih ada 18 adegan,” ujarnya. (Baca: Kematian Bocah Angeline Diduga Terkait Hak Waris)

    Namun Agung tidak merinci adegan mana saja yang melibatkan Agus dan menyebabkan bocah delapan tahun itu tewas. Agung beralasan, pihaknya baru menggelar pra-rekonstruksi. Peran Agus bakal terlihat lebih jelas dalam rekonstruksi.

    Setelah sebulan mencari, polisi menemukan Angeline dikubur di pekarangan rumah ibu angkatnya, Rabu, 10 Juni 2015, di kedalaman setengah meter. Saat jasad Angeline ditemukan, tangannya dalam keadaan memeluk boneka. Sedangkan tubuhnya yang mengenakan pakaian dililit seprai.

    AVIT HIDAYAT

    Baca juga:

    Kasus Angeline, Komnas Anak Curigai Orang Ini Pembunuhnya
    Jasad Angeline Ditemukan Sedang Memeluk Boneka
    Twitter Banjir Ungkapan Duka untuk Angeline


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.