Kepala SMP: Bukan Foto Ciuman, Hanya Ekspresi Lulus UN  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi: 2lisan.com

    Ilustrasi: 2lisan.com

    TEMPO.CO, Malili - Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Bakara, membantah jika siswanya disebut berciuman dalam foto yang diunggah ke akun Facebook salah satu siswanya.

    Dimintai konfirmasi melalui telepon selulernya, Bakara mengklarifikasi foto adegan ciuman sepasang siswa SMPN 2 Malili yang diunggah ke media sosial itu. Menurut Bakara, adegan itu bukan berciuman, tapi hanya luapan ekspresi kegembiraan siswa setelah dinyatakan lulus ujian nasional.

    "Tidak berciuman. Saya sudah lihat fotonya. Itu biasa, bentuk luapan dan ekspresi kegembiraan siswa setelah lulus ujian nasional," kata Bakara, Kamis, 11 Juni 2015.

    Bakara menambahkan, meski demikian, ia tetap akan memanggil dua siswa yang wajahnya terpajang di foto tersebut. Sekolah akan mendengarkan penjelasan dari kedua siswa tersebut.

    "Benar, siswa dalam foto itu adalah siswa kami. Tapi, sekali lagi, adegan dalam foto itu bukanlah berciuman," ujarnya.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Luwu Timur Ajun Komisaris Nur Adnan Saleh menyatakan akan menyelidiki beredarnya foto-foto tersebut. "Bisa saja kami selidiki jika kepala dinas pendidikan atau kepala sekolah meminta untuk diselidiki," kata Adnan.

    Beredarnya foto-foto berciuman siswa SMPN 2 Malili di media sosial mengundang reaksi sejumlah orang tua siswa di sekolah itu. Erwin, salah satu orang tua siswa, menyesalkan ketidakmampuan pihak sekolah mengantisipasi hal ini.

    "Seandainya ada antisipasi dari pihak sekolah, saya kira masalah ini tidak akan terjadi. Ini akibat lemahnya pengawasan," kata Erwin.

    Erwin juga membantah pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Timur Ismail, yang menyebutkan orang tua semua siswa sudah disurati untuk hadir ke sekolah mewakili anak masing-masing saat pengumuman kelulusan, Rabu, 10 Juni lalu.

    "Itu bohong. Saya juga salah satu orang tua siswa di sana, tapi saya tidak menerima surat undangan seperti yang diklaim Kepala Dinas," katanya.

    HASWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.