Soal Kepala BIN, Ahok: Memangnya Saya Bisa Pengaruhi Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan) memberi selamat pada Basuki Tjahaja Purnama (ahok) usai pelantikan sebagai Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, Jakarta, 19 November 2014. Tempo/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo (kanan) memberi selamat pada Basuki Tjahaja Purnama (ahok) usai pelantikan sebagai Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, Jakarta, 19 November 2014. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan tak berperan sedikit pun dalam terpilihnya Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia Sutiyoso sebagai kepala Badan Intelijen Negara (BIN).

    Menurut dia, sangat sulit mempengaruhi keputusan Presiden Joko Widodo dalam memilih kepala BIN. "Memangnya saya bisa mempengaruhi Jokowi," tutur Ahok, sapaan akrab Basuki, di Balai Kota, Kamis, 11 Juni 2015.

    Ahok menjelaskan, dia memang sudah kenal baik dengan Sutiyoso. Namun bukan berarti kedekatan tersebut bisa digunakan untuk mempengaruhi Jokowi dalam memilih kepala BIN. "Memang gampang ngatur-ngatur Jokowi," ucap mantan Bupati Belitung Timur ini.

    Menurut Ahok, Sutiyoso layak menjabat sebagai kepala BIN. Hal itu disebabkan karena, Sutiyoso memiliki latar belakang sebagai intel dan telah berpengalaman.

    Sebelumnya, Sutiyoso diajukan sebagai kepala Badan Intelijen Negara oleh Presiden Joko Widodo. Jokowi menganggap mantan Gubernur DKI Jakarta itu memiliki pengalaman intelijen yang mumpuni.

    GANGSAR PARIKESIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.